Boeing Siap Manifestasikan Pesawatnya di Metaverse

Boeing Illustration Web Bisnis Muda - Image: Reuters

Like

Layaknya kepopuleran yang sedang dihadapi oleh cryptocurrency dan electric vehicle, percepatan kepopuleran pada Metaverse juga terbilang terus membayangi kita semya, ya kan, Be-emers?

Pasalnya, teknologi imersif yang sedang digaungkan lewat Metaverse ini hampir menyentuh berbagai sektor industri hingga perusahaan di luar jejaring sosial Meta (sebelumnya Facebook Inc.)

Salah satunya seperti siasat yang sedang mulai dimanifestasikan oleh salah satu perusahaan kedirgantaraan multinasional asal Amerika Serikat yaitu Boeing (The Boeing Company).

Lantas, apa upaya yang ingin dimanifestasikan antara Metaverse dengan pesawat yang dimiliki oleh Boeing, ya, Be-emers?

Baca Juga: Boeing Ungkapkan Aviasi Global akan Pulih Tahun 2024


Boeing Integrasikan Pesawatnya dengan Metaverse

Mengutip dari Reuters, tepat pada Minggu, (19/12/2021) pihak Boeing baru saja mengungkapkan ambisinya secara gamblang terkait manifestasi yang akan dilakukannya dengan mengintegrasikan pesawat buatannya dengan Metaverse.


Boeing berencana memanifestasikan pesawat buatannya dengan Metaverse lewat skema desain teknik 3D yang imersif yang akan menggabungkan robot yang berbicara satu sama lain.

Skema yang ditempuh oleh Boeing juga mengoptimalkan penyatuan operasi desain, produksi dan layanan penerbangan yang luas hanya dalam satu ekosistem digital dengan tenggat waktu pengerjaan selama 2 tahun lho, Be-emers.

Sementara itu, Boeing juga akan menyokong instalasi pendukung agar mempermudah seluruh mekaniknya yang tersebar di penjuru dunia terhubung selama proses manifestasi berlangsung dengan menghadirkan headset HoloLens ciptaan Microsoft Corp. seharga US$3.500 atau setara dengan Rp 49,9 juta.

Adapun ambisi untuk memanifestasikan pesawat miliknya dengan Metaverse dalam rangka mencegah masalah manufaktur dimasa depan, seperti cacat struktural yang telah terjadi pada Boeing 787 Dreamliner miliknya selama setahun ke belakang.

Selain itu, Boeing juga ingin mencegah kecelakaan fatal yang sempat dialami oleh pesawat 737 Max yang disinyalir karena permasalahan desain agar tidak terulang.

Sebenarnya desakan juga kerap dilontarkan oleh banyak pihak karena sebenarnya Boeing telah sejak lama menyerukan janjinya terkait revolusi digital dengan hasil yang beragam. Oleh sebab itu, untuk proyek kali ini Boeing tak sungkan mengucurkan US$15 miliar atau setara dengan Rp 214 triliun untuk satu dekade berikutnya.

Boeing akan berusaha untuk menginvestasikan produknya agar setidaknya dapat membangun serta menghubungkan replika kembar digital 3D dari jet dan sistem produksi yang mampu menjalankan simulasi.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?