IMF Ungkap Alasan Khawatirkan Kelangsungan Cryptocurrency

International Monetary Fund Illustration Web Bisnis Muda - Image: Reuters

Like

Eksistensi daripada cryptocurrency memang harus diakui semakin hari semakin beranjak meningkat, bahkan terbilang sangat progresif.

Dengan itu, banyak pihak yang memiliki kapabilitas pada sektor keuangan dan moneter seperti instansi atau kelembagaan cukup teliti dalam memperhatikan kiprah dari cryptocurrency ini.

Malahan beberapa instansi atau kelembagaan tersebut cukup tegas dalam mengambil langkah, terkhusus jika cryptocurrency ini dapat mengancam keberlangsungan mata uang konvensional seperti yang dilakukan oleh Bank Sentral Rusia belakangan.

Nggak cuma Bank Sentral Rusia, IMF juga digadang baru saja mengungkapkan rasa kekhawatirannya atas kelangsungan cryptocurrency. Lantas, apa ya yang dikhawatirkan oleh IMF terkait cryptocurrency ini, ya, Be-emers?

Baca Juga: Bank Sentral Rusia akan Larang Penggunaan Cryptocurrency?


Alasan IMF Khawatirkan Cryptocurrency

Mengutip dari CNBC International, Dana Moneter Internasional (IMF) baru saja mengungkapkan beberapa alasan terkait kekhawatirannya terhadap kelangsungan cryptocurrency pada Jumat, (24/12/2021) lalu.


Rasa kekhawatiran IMF sebenarnya bermula dari acuan laju transaksi cryptocurrency yang begitu deras yang tidak dibarengi dengan regulasi yang sepadan.

Anggapan tersebut semakin diperkuat dari data yang berhasil dihimpun oleh IMF yang menunjukkan angka total dari keseluruhan aset kripto yang telah mencapai US$2 triliun pada bulan September tahun ini.

Capaian angka tersebut terbilang memiliki lompatan hingga 10 kali lipat jika dibanding dari level awal tahun 2020.

Wakil Kepala Divisi IMF Evan Papageorgiou juga mengakui bahwa ekosistem cryptocurrency ini memang memiliki ketahanan serta petumbuhan begitu luar biasa, namun untuk beberapa kesempatan ada tes stres cukup menjadi sorotan.

Dari beberapa sorotan tersebut, IMF melihat ada beberapa kecenderungan baik dari lembaga yang memperdagangkan cryptocurrency ataupun perseorangan tidak memiliki praktik operasional dan tata kelola yang mumpuni serta berpotensi menerima risiko yang kuat.

Disamping itu, IMF juga mengkhawatirkan beberapa kepemilikan aset cryptocurrency yang dituding telah dijadikan sebuah celah untuk melangsungkan pencucian uang dan pendanaan teroris.

Lebih lanjut lagi, kehadiran sosok influencer kripto yang mulai menjamur juga menjadi alasan lanjutan atas kekhawatiran IMF terhadap cryptocurrency.

September lalu, Regulator Keuangan Inggris (FCA) mancatat beberapa influencer kripto telah dibayar rutin oleh scammers untuk mempromosikan koin kripto yang sebenarnya tidak ada.

Secara terpisah, Kim Kadarshian yang memiliki pengikut lebih dari 200 juta di Instagram juga tengah menjadi sorotan beberapa kritikus setelah diketahui telah mempromosikan ethereummax. Kim sendiri mengakui bahwa dirinya sebenarnya tak begitu mengetahui secara mendalam atas produk apa yang diiklankan olehnya.

Serta alasan terakhir IMF atas kekhawatirannya terhadap cryptocurrency ialah dari segi standarisasi. Seperti diketahui, standarisasi kripto memang terbilang tak memiliki acuan khusus. Bahkan untuk beberapa kesempatan nilai kripto dapat berfluktuasi sangat luar biasa.

Dalam riset FCA mencatat bahwa 27 persen dari mereka yang berusia 18 hingga 29 tahun menggunakan kartu kredit sebagai modal untuk berinvestasi di kripto, 17 persen berasal dari pinjaman pelajar dan 12 persen berasal dari pinjaman lain.

Oleh sebab itu, IMF cukup waswas dengan standarisasi kripto, terlebih dampaknya akan sangat kuat tertuju kepada generasi muda yang mendapatkan modal dari kartu kredit atau pinjaman.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?