Netizen Curhat Jual Rumah Tak Kunjung Laku, Masihkah Investasi Properti Menjanjikan?

Property - Canva

Like

Salah satu isu yang sedang ramai dibahas dalam platform media sosial Twitter adalah mengenai investasi properti. Banyak pengguna Twitter yang menceritakan pengalamannya menjual rumah namun tidak kunjung terjual selama bertahun-tahun.

Salah satunya adalah akun Twitter @dexglenniza, dalam cuitannya Ia merasa bahwa memiliki aset tak lantas membuat kaya. Ia sudah mencoba menjual rumah sejak 3 tahun yang lalu melalui platform Twitter.

Namun, menurutnya harga properti saat ini tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat. Cuitannya ini mendapat banyak respon dari pengguna Twitter lain, ada yang ikut membagikan pengalamannya juga dalam menjual asetnya.
 

Cuitan akun Twitter @dexglenniza (Sumber: Twitter @dexglenniza)


Tidak hanya properti dalam bentuk rumah, apartemen juga menjadi salah satu properti yang susah dipasarkan. Melalui postingan Tiktoknya, akun @franswidjaya3 mengisahkan bagaimana niatnya untung dalam investasi properti apartemen malah merugikannya. Ia bahkan memiliki lebih dari 1 unit apartemen yang tak kunjung terjual.

 

Sumber: Tiktok @franswidjaya3





Bermula dari hal ini banyak pengguna Twitter lain yang menceritakan pengalaman susahnya menjual properti. Ada yang hingga 5 tahun belum terjual bahkan ada yang hingga 10 tahun tak kunjung laku juga.

Melihat fenomena ini kita patut mempertanyakan, masihkah menjanjikan investasi properti ini?

Dilansir dari Bisnis.com, Konsultan Properti Jones Lang LaSalle (JLL) merilis laporan terbaru yang menyatakan bahwa di kuartal II tahun 2022 penjualan kondominium atau apartemen masih melambat di bawah 40 persen.

Laporan ini didukung pernyataan Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim, yang menyebut bahwa kondisi ini berdampak pada harga yang juga tak mengalami kenaikan. Ia menilai, dalam kondisi ini investasi jangka panjang lebih memungkinkan. Sehingga perlu berhati-hati untuk memutuskan investasi kondominium ini.

Meski demikian bukan berarti investasi properti sudah tidak menjanjikan sama sekali. Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim, yakin tetap ada produk-produk yang dapat menarik respon pasar.

Produk dengan harga terjangkau dan aksesnya mudah dijangkau dengan transportasi umum akan lebih banyak mendapat respon positif dari masyarakat.

Jadi, jika kamu sedang mempertimbangkan untuk investasi properti pilihlah properti yang harga jualnya masih dapat dijangkau masyarakat dan lokasinya yang mudah diakses. Dengan kata lain pilihlah properti di lokasi yang strategis dengan harga yang masih masuk akal.  

Punya pengalaman yang sama seputar investasi properti dan ingin membagikannya juga? Yuk, mulai tulis pengalamanmu seputar investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, ataupun entertainment di Bisnis Muda dengan klik "Mulai Menulis".

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.