Inflasi Pakistan Tertinggi dalam 50 Tahun, Apa yang Terjadi?

Warga Pakistan berebut menerima bantuan (Foto: The Economic Times)

Like

Inflasi Pakistan tertinggi selama 50 Tahun, bisa dibayangkan apa yang terjadi jika inflasi mencapai angka tertinggi dalam beberapa tahun? Dalam waktu 10 hari, inflasi di Pakistan menyebabkan 20 orang tewas karena berebut makanan.

Indonesia yang baru mengalami perlambatan ekonomi dan belum mecapai inflasi saja sudah terasa berat perekonomiannya. Apalagi negara-negara yang mengalami inflasi, terlebih inflasi ekstrem hingga jadi inflasi tertinggi dalam beberapa tahun.

Di antara negara-negara yang mengalami inflasi periode ini, Pakistan menjadi salah satunya. Negara berkembang ini sudah mengalami permasalahan perekonomian sejak beberapa tahun.

Salah urus keuangan dan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahun telah mendorong ekonomi Pakistan ke ambang kehancuran, diperburuk oleh krisis energi global dan banjir dahsyat yang menenggelamkan sepertiga negara itu pada tahun 2022.

Baca Juga: Pakistan Krisis Ekonomi, Pasar dan Mall Diminta Tutup Lebih Awal
 

Inflasi Pakistan Tertinggi dalam 50 Tahun



Mengutip berita dari NDTV, inflasi year-on-year Pakistan mencapai 35,37 persen pada Maret 2023. Nilai ini adalah nilai tertinggi dalam hampir lima dekade. 

Inflasi Pakistan dilaporkan ketika pemerintah bergegas untuk memenuhi persyaratan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membuka bailout yang sangat dibutuhkan.

Inflasi month-on-month adalah 3,72 persen, menurut data pemerintah yang dirilis Sabtu (1/4), sedangkan tingkat inflasi rata-rata tahun lalu adalah 27,26 persen.

Salah urus keuangan dan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahun telah mendorong ekonomi Pakistan ke ambang kehancuran, diperburuk oleh krisis energi global dan banjir dahsyat yang menenggelamkan sepertiga negara itu pada tahun 2022.

Negara membutuhkan pembiayaan miliaran dolar untuk melunasi utang yang ada, sementara cadangan devisa menyusut dan rupee terjun bebas.

Warga Pakistan yang miskin merasakan beban dari gejolak ekonomi. Parahnya lagi, setidaknya 20 orang telah tewas sejak awal bulan puasa Ramadan dalam kerumunan orang yang berdesak-desakan di pusat-pusat distribusi makanan.

Data yang diketahui jelas, ada sedikitnya 12 orang tewas pada Jumat (31/3) dalam kerumunan massa di kota Karachi, Pakistan selatan, di sebuah pabrik yang membagikan sedekah Ramadan.

Baca Juga: Pakistan Bakal Jadi Negara Ekonomi Terbesar di 2075, Kata Goldman Sachs

Negara Asia Selatan yang jadi rumah bagi lebih dari 220 juta jiwa ini terlilit utang dan harus memberlakukan reformasi pajak yang keras dan mendorong harga utilitas jika berharap untuk membuka tahap lain dari bailout IMF senilai US$6,5 miliar dan menghindari gagal bayar.

Menurut kementerian keuangan Pakistan, Inflasi diperkirakan akan tetap pada tingkat tinggi karena friksi pasar yang disebabkan oleh permintaan relatif dan kesenjangan pasokan barang-barang penting, serta depresiasi nilai tukar dan penyesuaian kenaikan baru-baru ini dari harga bensin dan solar yang diatur.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung