Kode QR Membuka Ekonomi Informal Indonesia Hingga Miliaran Dolar

Pembayaran dengan kode QR (Ilustrasi: Canva)

Like

Saat ini penggunaan kode QR untuk transaksi semakin lumrah. Orang-orang bahkan lebih memilih pakai kode QR daripada harus membayar cash. Kehadiran kode QR ini berhasil membuka ekonomi informal Indonesia.

Bloomberg melaporkan 45 juta UMKM terdata menggunakan platform QR tahun ini. Melejitnya kode QR ini bahkan memungkinkan pengembangan terjadinya transaksi lintas batas di kawasan Asean. 

Memang, saat ini kode QR bisa ditemukan dengan sangat mudah. Mulai dari pedagang kaki lima di pinggir jalan yang ramai, di pasar basah, outlet-outlet di mall, hingga ke pedesaan. 
 

Kode QR Membuka Ekonomi Informal Indonesia


QR merupakan singkatan dari quick response yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran hanya dengan scan kode tersebut menggunakan kamera handphone. 

Cara ini cepat, mudah, dan bagi pedagang pengajuan kode QR ke bank itu relatif murah. Ini yang membuat kode QR semakin digemari hingga beberapa pedagang tidak menerima cash sama sekali. 


Baca Juga: QR Code Masih Efektif Dipakai Buat Bisnis Kamu Enggak Sih?

Untungnya semua bank sudah menyediakan fitur kode QR di aplikasi m-banking masing-masing. Sehingga pembeli tidak repot dan bingung bagaimana cara menggunakannya. 

Penggunaan kode QR di Indonesia membuka jalan bagi Indonesia untuk menangkap miliaran dolar dari kegiatan ekonomi informal yang diabaikan dalam perpajakan dan bahkan statistik karena selama ini UMKM ketergantungan pada cash.

Lebih dari 22 juta pedagang telah mendaftar dan totalnya akan berlipat ganda tahun ini menjadi 45 juta. Itu sekitar setengah dari jumlah lokasi pedagang yang menerima pembayaran Visa secara global.

“Saya mengajukan QR karena pembeli terus memintanya,” kata Widodo, 47 tahun, penjual rujak buah kepada Bloomberg (3/4). 

Dia mendapat kode QR pada bulan Januari, setelah 25 tahun hanya menerima uang tunai. Hari ini, sepertiga dari pendapatan hariannya berasal dari pembayaran QR. 

Dia juga mengaku merasa lebih nyaman karena tidak perlu memberikan kembalian dan bisa mempercepat kerjanya memotong buah dan melayani pelanggan.

Pedagang seperti Widodo ini mempermudah Indonesia untuk membawa bisnis kecilnya tersebut, yang menyumbang lebih dari 60 persen produksi nasional, ke dalam ekonomi formal dan dalam jangkauan kantor pajak. 

Pemerintah daerah termasuk yang paling awal mendapatkan keuntungan karena pendapatan mereka naik 11 persen per tahun dengan QR membantu bisnis membayar pajak daerah.

Baca Juga: Digital Banking VS Layanan M-Banking, Bedanya Apa?
 

Penggunaan Kode QR di Indonesia


Pada Januari 2020, sebelum pandemi Covid-19, Bank Indonesia mewajibkan layanan pembayaran digital untuk menggunakan kode QR standar yang dikenal sebagai QRIS untuk memastikan semua bank dan dompet elektronik dapat saling beroperasi. 

Indonesia kini memimpin di Asia Tenggara baik dalam penggunaan e-wallet maupun pembayaran QR. Nilai transaksi QR telah meningkat secara eksponensial hingga mencapai Rp98,5 triliun tahun 2022.

Diprediksi akan mendapatkan daya tarik lebih lanjut karena bank sentral menggandakan batas transaksi menjadi 10 juta rupiah.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung