Fakta di Balik Kurang Tidur saat Puasa, Kok Bisa Tetap Fokus Ya?

Kurang tidur di Bulan Ramadan (sumber gambar: freepik)

Like

Assalamu'alaikum Be-emers! Bagaimana kabarmu di bulan suci Ramadan ini? Kalau kamu merasa kurang tidur di bulan Ramadan, jangan risau. Ada beberapa fakta menarik di balik kurang tidur saat Ramadan

Sudah seminggu lebih kita berpuasa dan beribadah di malam hari. Namun, apakah kamu merasa lebih lelah atau ngantuk di siang hari? Ternyata, ada hal menarik yang mungkin perlu kita ketahui tentang kurangnya waktu tidur saat Ramadan.


Kurang tidur saat Ramadan?


Saat Ramadan, kita biasanya bangun lebih awal untuk makan sahur dan beribadah. Kemudian, setelah sahur, kita kembali tidur sejenak sebelum memulai aktivitas sehari-hari.

Dalam sehari, kita bisa kekurangan waktu tidur selama beberapa jam dibandingkan dengan hari-hari biasa. Namun, meskipun begitu, banyak dari kita yang merasa tidak mengantuk di siang hari.

Baca Juga: Cara Mudah Tetap Produktif Selama Ramadan, Lebih Bermakna!


Menurut beberapa penelitian, kurangnya waktu tidur saat Ramadan sebenarnya dapat meningkatkan energi dan fokus di siang hari. Hal ini terjadi karena hormon-hormon dalam tubuh kita mengalami perubahan selama berpuasa.

Hormon kortisol, yang membantu mengatur energi dan fokus, cenderung meningkat di pagi hari dan menurun di malam hari. Kondisi ini dapat membuat kita lebih siap dan terjaga di pagi hari meskipun tidur kurang.

Namun, bukan berarti kita bisa mengabaikan waktu tidur yang cukup selama Ramadan. Tubuh kita tetap membutuhkan istirahat yang cukup untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan memulihkan tenaga setelah seharian berpuasa.

Selain itu, kurangnya waktu tidur yang terus-menerus dapat mengganggu kesehatan jangka panjang dan meningkatkan risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
 

Bagaimana memastikan waktu tidur kita cukup?


Jadi, bagaimana cara kita memastikan waktu tidur yang cukup saat Ramadan? Pertama-tama, cobalah untuk menyesuaikan jadwal tidur dan bangun kita dengan waktu sahur dan waktu beribadah.

Sebisa mungkin, hindari begadang atau tidur terlalu larut malam. Kedua, perhatikan kualitas tidur kita dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang di kamar kita.

Baca Juga: Insomnia dan Tips Agar Bisa Tidur Cepat

Terakhir, jangan lupa untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman selama sahur dan berbuka, karena dapat mempengaruhi kualitas tidur kita.

Kesimpulannya, meskipun kurangnya waktu tidur saat Ramadan dapat meningkatkan energi dan fokus di siang hari, hal ini tidak berarti kita boleh mengabaikan kesehatan kita dengan kurang tidur.

Jaga pola tidur dan istirahat yang cukup, serta perhatikan asupan makanan dan minuman selama berpuasa. Dengan begitu, kita dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik dan sehat. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, Be-emers!

Punya opini atau artikel untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.