Hikmah Ramadhan: Dampaknya pada Budaya Mudik Lebaran Orang Indonesia

Sumber gambar : Deasy Tanamal (WAG warga)

Like

Pernah baca? Sebuah pemberitaan yang pernah dirilis bisnis.com tahun lalu, menyampaikan bahwa menurut Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) memperkirakan bahwa di seluruh pelosok tanah air terjadi perputaran uang mencapai Rp. 92,3 triliun selama libur lebaran tahun 2023.

Jumlah tersebut tentunya dihitung berdasarkan jumlah pemudik yang mencapai 123,8 juta orang atau setara dengan 30.720.000 keluarga. Jika diasumsikan, setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp. 3.000.000.

Baca Juga: Melepas Rindu di Bulan Ramadhan, Ini Hikmah Bulan Sucinya Umat Islam

Ramadhan, bulan suci umat Islam ternyata tidak hanya bicara tentang dimensi spiritual, tetapi juga banyak aspek lain yang terpengaruh. Baik itu dalam aspek sosial, aspek budaya, aspek ekonomi, dan yang lainnya.

Seperti yang sudah dipaparkan di awal tulisan ini, tidak dimungkiri bahwa di bulan Ramadhan, terjadi peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah di tanah air.


Misalnya saja, adanya peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor penjualan makanan, pakaian, pariwisata, dan yang lainnya.

Events Ramadan: #Women Story Her Path to Prosperity: Womenpreneur Mandiri Membangun Kesuksesan Finansial

Selain pada sektor ekonomi, bahwa pada bulan Ramadhan juga sangat berpengaruh pada sektor sosial seperti tumbuhnya solidaritas di masyarakat.

Misalnya, meningkatnya kepedulian dan tolong menolong terhadap sesama, secara khusus bagi mereka yang kurang mampu.

Terlihat bahwa pemberian zakat, infak, dan sedekah di bulan Ramadhan ternyata selalu mengalami peningkatan.

Ada juga peningkatan silaturahmi, baik melalui acara buka puasa bersama dan tarawih berjamaah, yang memungkinkan meningkatkan intensitas interaksi dengan orang lain, baik dengan keluarga besar, teman, tetangga, dan berbagai komunitas yang ada.

Baca Juga: Swiftonomics: Kini Vinyl Taylor Swift Jadi Salah Satu Penyumbang Inflasi di Inggris!