KINERJA EMITEN: Rugi SSIA Membengkak Jadi Rp122,90 miliar pada Semester I/2020

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Like

Emiten properti PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mencetak pendapatan sebesar Rp1,46 triliun pada semester I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan perseroan, SSIA mengalami penurunan pendapatan dibandingkan periode tahun lalu Rp1,81 triliun. Adapun beban pokok pendapatan SSIA tercatat sebesar Rp1,21 triliun.

Emiten properti itu mencatatkan penambahan beban keuangan dari posisi Rp75,03 miliar menjadi Rp100 miliar. Hal ini menyebabkan rugi sebelum pajak emiten itu naik menjadi Rp119,68 miliar dari posisi Rp75,03 miliar.

Setelah dikurangi pajak dan lain-lain, seperti dikutip dari Bisnis.com, SSIA mengalami kerugian Rp122,90 miliar naik dari posisi tahun sebelumnya Rp33,85 miliar. Begitu juga dengan rugi per saham menjadi Rp26,91 naik dari level Rp7,28.

Selain itu, SSIA tercatat memiliki total liabilitas Rp3,50 triliun. Liabilitas jangka pendek menyumbang Rp1,63 triliun dan jangka panjang Rp1,87  triliun. Total aset perseroan mencapai Rp7,82 triliun dengan aset lancar Rp3,44 triliun dan aset tidak lancar Rp4,37 triliun.


Sebelumnya, Investor Relation Surya Semesta Internusa Erlin Budiman mengatakan kondisi itu kini mulai pulih sejak kenormalan baru mulai ditetapkan.

Meski tidak memberikan angka detail mengenai okupansi kamar, Erlin mengatakan sudah ada perbaikan dibandingkan ketika saat operasional ditutup.

"Sebelumnya hotel kami tutup kemudian pada bulan Juni sudah buka. Namun, belum kembali normal okupansi kamar hanya saja ada peningkatan dari minggu ke minggu," katanya kepada Bisnis pada Rabu (15/7/2020).

Menurutnya secara perlahan kamar-kamar hotel mulai terisi. Sebagai informasi, emiten berkode saham SSIA itu memiliki 3 jaringan hotel yakni Hotel Melia, Batiqa dan Banyan Tree Ungasan.

Dari ketiga jaringan hotel itu, Erlin mengatakan Batiqa cabang Pekanbaru dan Palembang memiliki perkembangan yang cukup baik.