Punya Cicilan? Begini Cara Mengelolanya Agar Keuangan Kamu Sehat

Credit Card Illustration - Canva

Like

Cicilan atau kredit dalam beberapa tahun belakangan ini seperti sebuah hal yang lumrah. Kamu bisa mencicil pembelian rumah, kendaraan, emas, bahkan barang elektronik atau baju sekalipun lho!

Banyaknya penawaran kredit dari bank maupun perusahaan fintech, membuat pengajuan cicilan semakin mudah dilakukan. Dengan cicilan, tentu saja segala transaksi untuk mendapatkan hal yang kamu inginkan jadi lebih cepat kan?

Eits, namun kredit atau cicilan yang sembarangan juga bisa mendatangkan bencana nih, Be-emers. Cicilan yang enggak dikelola dengan baik akan berisiko gagal bayar, yang berujung pada dikejar-kejar debt collector hingga penyitaan aset.

Makanya, biar kamu tetap bisa mencicil dengan tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengelolanya.
 

Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Penghasilan

Kamu tahu apa yang lebih menggoda dari iklan sirup di bulan puasa? Apalagi kalau bukan promo produk dengan cicilan!

Suka bikin galau, tapi kamu coba pertimbangkan kembali dengan matang-matang ya. Ada baiknya, cicilan tersebut digunakan untuk sesuatu yang lebih kamu butuhkan, seperti cicilan emas dan rumah untuk investasi.


Enggak cuma itu, kamu juga perlu menyesuaikan pengajuan kredit sesuai dengan penghasilan. Ini tentunya akan mencegah kamu memiliki tagihan cicilan yang overload dan terhindar dari risiko gagal bayar.

Ingat, cicilan atau kredit sama artinya dengan berutang. Dari laman DBS Bank, sebaiknya jumlah maksimal utang atau cicilan yang kita miliki yakni sebanyak 30 persen dari penghasilan.

Selain itu, jangka waktu cicilan juga perlu untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan kesanggupan saldo ATM. Misalnya, untuk cicilan dengan harga barang yang enggak terlalu mahal, disarankan untuk mengambil jangka waktu 3 hingga 6 bulan.