Mengenal Bisnis Sejak Muda, Ini Kisah Sukses CEO Spotify

sumber: freepik.com

Like

Memulai suatu bisnis, memang tidak semudah yang kita kira. Ada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi kesuksesan bisnis yang kamu jaloani, misalnya dari faktor pengalaman.

Sesuai kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup. Memiliki kesempatan lebih awal dapat memberikan banyak positif dalam hidupmu, begitu juga dengan memiliki pengalaman berbisnis  sejak masih di usia dini.

Pentingnya generasi muda mendapatkan orientasi dan edukasi mengenai dunia bisnis perlu disadari bersama agar nantinya kita bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dengan mampu bersaing di pasar nasional hingga tradisional.

Salah satu pengusaha sukses dari bidang teknologi, Daniel Ek, menceritakan kisahnya mengenai pengalaman dirinya yang bahkan sudah memulai membuka perusahaan pertamanya saat usianya berumur 14 tahun.

Lama berkecimpung dalam dunia bisnis, membuat Daniel sukses mendirikan Spotify yang telah dikenal sebagai platform layanan musik yang mampu memberikan akses lebih dari jutaan koleksi lagu. Melalui Bisnis.com, berikut kisah sukses Daniel hingga akhirnya mampu mengembangkan Spotify secara mendunia.
 

Mengenal bisnis berbasis internet dari dalam kamarnya.

Pria kelahiran 21 Februari 1983 di Stockholm, Swedia, ini telah mencoba dunia bisnis berbasis web saat masa remaja. Daniel memulainya dengan memanfaatkan internet yang baru muncul pada tahun 1990.


Selain bersekolah di bangku SMA, ia juga disibukkan dengan aktivitasnya membuat situs web untuk bisnis dan juga menjalankan layanan hosting web dari kamarnya.

Dari sinilah Daniel mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman untuk menjalankan bisnis berbasis internet. Ia bahkan banyak dipekerjakan oleh perusahaan karena kemampuannya di masa remaja tersebut.
 

Melakukan pembaruan bisnis layanan musik lewat Spotify.

Sukses menjadi web designer di beberapa perusahaan, pada tahun 2006 Daniel memutuskan untuk mendirikan Spotify bersama rekannya yang merupakan salah satu pendiri Tradedoubler, Martin Lorentzon.

Daniel membentuk Spotify sebagai bisnis yang mampu menyeduakan akses musik online berbeda dari layanan lainnya yang biasanya menarik tagihan ketika konsumennya mengunduh setiap lagu.

Ia menerapkan model yang berbeda dalam bisnis platform musiknya ini, yaitu konsumennya dapat mendengarkan musik streaming online secara gratis jika mereka mendengarkan iklan secara visual maupun audio.

Spotify mampu memberikan layanan musik legal sehingga dapat membuat konsumennya lebih mudah menemukan, mengelola, dan berbagi musik dengan orang lain. Artis yang turut mengisi Spotify juga mendapatkan perlakuan adil dari segi hak cipta dan keuntungan.
 

Terus mampu mengembangkan Spotify.

Hingga saat ini Spotify terus mampu bertahan sebagai platform yang banyak digunakan dengan memiliki lebih dari 180 juta pengguna dan 87 juta di antaranya adalah konsumen yang berlangganan.

Penggunaannya yang mudah karena bisa diakses melalui komputer, smartphone, hingga berbagai perangkat lainnya membuat Spotify semakin digemari oleh konsumennya.

Dengan pengalaman bisnis berbasis internet yang telah ia jalani sejak remaja, Daniel mampu selalu membuat langkah yang tidak biasa dalam mengembangkan Spotify.

Salah satu inovasinya adalah dengan tidak menawarkan stok baru perusahaannya, tapi dengan hanya menjual saham yang tersedia. Berkat keputusannya tersebut, Spotify mampu memiliki nilai pasar sebesar US$27 miliar pada har pertama perdagangan sahamnya.