UMKM Nyaris Runtuh Akibat Pandemi, Yuk Bantu Branding Lagi!

Salah satu katalog produk UMKM Khanom Desert

Salah satu katalog produk UMKM Khanom Desert

Like
Pandemi? Sudah pasti rasanya seperti mimpi buruk, yang menghantam berbagai aspek kehidupan tanpa ampun. Tidak ada yang pernah menyangka tahun 2020 menjadi masa terkelam dalam perjalanan hidupnya.

Dampaknya luar biasa destruktif, hampir semua sektor industri merasakannya. Kabar lain yang tidak kalah mengejutkan, dampak pandemi ini menyebabkan acaman resesi atau mungkin krisis ekonomi yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya.

Selain berdampak destruktif terhadap perekonomian negara secara keseluruhan, ada pihak lain yang tidak kalah menjerit ditengah keadaan sulit ini. Menurut Hadijah Alaydrus dalam salah satu artikelnya di Bisnis.com, UMKM adalah subjek yang terdampak hampir 86,4%.

Sisanya mampu bertahan, namun juga tetap berada di dalam ketidakpastian. Banyak usaha yang harus ditutup karena berbagai alasan kuat. Padahal, sepanjang tahun 2019, pergerakan UMKM di Indonesia sangat masif. Banyak inovasi baru dalam variasi jenis usaha dan segalanya seakan lenyap seketika saat pandemi ini menerpa.

Berita kurang menyenangkan yang terus datang dari UMKM perlahan mulai sirna sejak diberlakukannya New Normal. Memang banyak usaha yang runtuh, tetapi usaha kecil lain mulai terbentuk sejalan dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Banyak orang yang mengurangi aktivitasnya di luar rumah menjadikan usaha makanan semakin digemari. Tidak sedikit mereka yang mencoba peruntungannya untuk menjajal bisnis kuliner ini. Tetapi problematika baru muncul.

Gagal branding ? sudah pasti tidak banyak pelaku usaha kurang aware dengan branding yang mereka lakukan. Fokus Selling memang bukan menjadi sebuah kesalahan. Tetapi jika menginginkan usaha yang berjalan lama, branding tidak dapat diabaikan begitu saja.

Dalam rangka mengisi waktu luang di masa karantina, Saya memutuskan untuk melakukan banyak kegiatan volunteering. Salah satunya adalah membantu UMKM untuk melakukan branding. Hal paling mendasar yang dibutuhkan dalam rangka branding adalah menyiapkan foto produk dengan kualitas yang baik.

Berbekal dengan kamera mirrorless dengan lensa yang masih seadanya, setidaknya sudah mampu menghasilkan kualitas gambar yang bagus. Karena, jika boleh kita memposisikan diri sebagai pembeli, tentu ada banyak pertimbangan yang dilakukan sebelum menjatuhkan pilihan terhadap suatu produk untuk dibeli atau dikonsumsi. Salah satunya yang utama adalah tampilan.

Sebenarnya tidak memerlukan device yang canggih untuk melakukan sesi pemotretan produk. Yang diperlukan hanyalah kamera smartphone dan keterampilan mengambil gambar yang dapat dipelajari dengan seiring berjalannya waktu.

Jika sebagian besar mereka yang memiliki kemampuan ini juga dibekali dengan kesadaran tinggi untuk melakukan ‘hal baik’, maka akan lebih banyak UMKM yang semakin berkembang. Secara perlahan, kita dapat membantu berkontribusi terhadap perekonomian negara.

Kegiatan ini juga niscaya dapat menambah skill dalam bidang content management, yang pastinya akan banyak berguna baik untuk digunakan dalam bekerja di sebuah perusahaan atau pada saat membangun bisnis sendiri.  

Sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dapat juga dilakukan dari rumah saja, membantu UMKM branding sudah jelas dapat memberikan added value tersendiri bagi siapa saja yang menjalankannya. UMKM memang sedang membutuhkan tangan-tangan kreatif dan hati yang tulus untuk memoles dan membangkitkan bisnisnya dari keterpurukan.

Jika kalian sudah memiliki kemampuan tersebut, tidak ada salahnya untuk mencoba berkontribusi. Jika bisa #berkreasidarirumah plus membantu banyak orang, kenapa harus mengatakan tidak?