CURHAT CUAN DAN BONCOS: MENGINTIP INVESTASI PALING SANTAI

Ilustrasi Emas Atau Logam Mulia Antam (Sumber : Instagram Antam Logam Mulia)

Ilustrasi Emas Atau Logam Mulia Antam (Sumber : Instagram Antam Logam Mulia)

Bila kita berbicara mengenai investasi, maka sebagian sobat bisnis muda ada yang berpendapat investasi itu seperti menanamkan modal uang untuk peluang bisnis riil tertentu. Sebagian lainnya berasumsi menitipkan modal kepada manajer sekuritas dalam bentuk non riil seperti saham.

Ya keduanya tidak salah, tetapi investasi yang dimaksud disini bersifat cukup luas. Jika sobat bisnis muda memiliki modal uang dan berkeinginan untuk berbisnis namun belum memiliki ide, maka jalan yang tepat adalah menjadi investor.

Bisa investor di saham-saham perusahaan yang sudah melantai di bursa saham, atau mempercayakan investasi kalian di perusahaan rintisan. Tentunya kedua hal tersebut memiliki peluang untuk mendapatkan profit yang tinggi , namun di sisi lain juga memiliki resiko untuk loss.
     
Sebelum penulis curhat lebih dalam mengenai investasi paling santai sampai yang bikin deg-deg ser, tentunya sobat bisnis muda sudah mengetahui karakter berbagai instrument investasi yang ada di Indonesia. Berikut penulis merangkum macam-macam karakter investasi :


High Level

Investasi jenis ini mengandung high gain high risk, maka kejelian tingkat tingkat tinggi dan analisa fundamental yang baik dibutuhkan oleh sobat bisnis muda sebelum terjun ke investasi jenis ini. Beberapa instrument yang termasuk kedalam jenis ini adalah : Saham, Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Vexanium.

Bila sobat bisnis muda menginginkan pengelolaan dilakukan oleh pihak ketiga dan hanya mengontrol tanpa perlu pusing memikirkan analisa fundamental, maka pilihan yang tepat adalah  penyertaan modal bersama untuk lini bisnis yang telah berjalan (dalam ekonomi islam biasa disebut syirkah), memilih reksadana saham dan reksadana campuran, tapi ingat pilihlah manajer investasi yang kredibe. Jangan sampai salah piilh seperti yang lagi viral di sosial media ya.

Investasi jenis ini dapat memberikan return yang cukup tinggi, tetapi perlu diingat bahwa return yang dijanjikan harus dalam batas kewajaran. Jangan sampai sobat bisnis muda termasuk dalam korban investasi bodong yang sedang marak belakangan ini. Berapa hitungan investasi dikatakan lebih aman dan wajar dalam sebuah platform invetasi? Jawabannya adalah 12 - 18%
.
Curhatan penulis juga pernah mengalami boncos di level investasi seperti ini. Di bidang trading crypto yang dioperasikan oleh seorang broker, menjanjikan return 10?lam sebulan. Saat 3 bulan pertama lancar pemberian return, namun bulan selanjutnya hilang entah kemana rimbanya. Disitu penulis sadar bahwa investasi yang telah dilakukan menyalahi hukum investasi itu sendiri.

Hukum Investasi : Semakin besar profit sebuah investasi, semakin tinggi resikonya. Tidak ada invetasi di dunia yang aman 100%. Jika ada yang menawarkan investasi aman pasti untung, saya pastikan uang anda disulap, hilang entah kemana. Maka bijaklah dalam memilih produk investasimu.


Low Level

Investasi yang satu ini tentunya bagi sobat bisnis muda cukup membuat penasaran. Dengan karakter low risk low gain nya jenis instrument ini cukup aman untuk para investor pemula yang memiliki kelebihan uang simpanan. Beberapa jenis dari instrument ini adalah : Surat Berharga Negara seperti Obligasi dan Sukuk , reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan yang terakhir properti.

Mengapa saya menuliskan properti ke dalam jenis low level instrument? tentu saja karena harga tanah dan rumah akan selalu naik setiap tahunnya mengikuti kebutuhan. Namun, disisi lain penyertaan modal di awal yang besar dan likuiditas yang sulit membuat para milenial berpikir ulang untuk berinvestasi di sector properti.


Safety Level

Saya rasa kategori ini cocok diisi oleh 2 produk investasi, pertama adalah Deposito dan yang kedua adalah Emas. Mengapa deposito? Dengan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan , deposito ini cukup seksi untuk para investor yang memiliki “uang dingin” , uang yang tidak dipakai untuk pemenuhan kebutuhan harian.

Aman karena dijamin LPS , tenor bisa ditentukan sendiri, dapat menyesuaikan tempo dengan bunga acuan yang diinfokan bank, menarik. Mungkin kekurangan satu-satunya adalah rate bunga deposito tidak mampu mengimbangi inflasi per tahunnya. Alias tergerus inflasi.

Kalau kita bicara Emas , maka kita bicara aset yang disebut safe haven. Bahkan jaman dulu pernah dikisahkan bahwa nabi Muhammad dan para sahabat bertransaksi menggunakan emas, seperti contoh kisah membeli seekor kambing untuk berkurban dengan 1 keping dinar yang setara dengan 4,25 gr emas.

Jadi emas dari jaman kenabian hingga sekarang masih relevan untuk digunakan sebagai nilai tukar. Emas dan dinar nilainya akan menyesuaikan pergerakan valuasi emas dunia , dengan begitu emas menjadi aset yang anti tergerus inflasi.

Jika sobat bisnis muda tertarik untuk mendiversifikasi sebagian uang kartalnya, maka emas adalah salah satu porto folio wajib untuk investasi. Emas adalah investasi yang paling santai , anti rugi. Eits, tapi perlu diingat ya sobat bisnis muda bila memutuskan untuk menyimpan emas maka yang perlu diingat adalah gap antara buy dengan buy back nya.

Biasanya selisih sekitar Rp 40.000 s/d Rp 100.000 per gramnya, oleh karena itu masa penyimpanan emas adalah minimal satu tahun . Bila sobat bisnis muda menginginkan cuan yang lebih tinggi, maka waktu penyimpanannya harus lebih lama.

Lalu bagaimana jika ingin membeli emas, tapi terhalang harga yang mahal? FYI, saat ini emas sudah mencapai di angka Rp 1,02 juta per gram untuk emas antam, sedangkan harga buybacknya mencapai Rp 919.000 per gram (Sumber : Instagram Bisnis Muda.id). Harga emas yang melambung di tengah pandemi, bukan menjadi halangan sobat bisnis muda. Ada beberapa cara untuk mendapatkan emas atau logam mulia:

Menabung / mencicil emas

Biasanya program ini diadakan oleh pegadaian dengan menabung sejumlah uang untuk disetarakan dengan ukuran gram emas. Bila tabungan sudah mencapai target yang diinginkan maka akan dirupakan emas secara fisik.

Ada juga aplikasi yang lebih memudahkan untuk berinvestasi emas, salah satunya aplikasi Indogold yang membuat sobat bisnis muda dapat membeli emas secara daring. Bedanya adalah emasnya masih berupa non fisik. Tetapi dijamin keamannya karena aplikasi tersebut sudah terverifikas oleh OJK.


Membeli emas mini

Saat ini banyak kemudahan yang ditawarkan oleh beberapa entitas yang memiliki ijin untuk perdagangan logam mulia. Salah satunya adalah menerbitkan emas mini, mulai dari 0,05 gr s/d 0,5 gr. Bagaimana kalau sudah terkumpul? Tinggal ditukarkan saja sesuai jumlah ukuran yang dikumpulka, biasanya minimal 1 gr. Jadi, mudah bukan? Mendapatkan emas dengan mengumpulkan keping demi keping.


Menebus emas

Cara yang satu ini membutuhkan momen yang tepat untuk mendapatkannya. Salah satu contoh, biasanya pegadaian membuka program lelang untuk barang-barang yang tidak dapat ditebus pemiliknya. Hal ini menjadi sebuah kesempatan untuk sobat bisnis muda membeli emas.

Mayoritas barang yang dilelang adalah perhiasan dan logam mulia. Harga yang ditawarkan dalam program lelang pun cukup menarik, lebih rendah daripada harga barunya. Jadi, selamat mencoba untuk kalian yang sudah terlatih melihat SALE diskon ya.

Terakhir, penulis berikan tips untuk sobat bisnis muda yang “andilau” , antara dilema dan galau bila emas naik berkali kali lipat dan sudah untung bagaimana sebaiknya? Dijual karena sudah profit?

Sobat bisnis muda yang budiman, emas adalah salah satu aset yang mudah sekali likuiditasnya. Bila sudah cukup lama dalam menyimpan emas dan mendapatkan profit yang lebih dari sekadar balik modal, saran saya jangan dijual dan simpan itu sebagi dana darurat kalian.

Jika memang terpaksa harus mencairkannya , maka sebaiknya digadaikan ke pegadaian. Pegadaian adalah salah satu cara merawat aset dan melikuidasikannya tanpa harus kehilangan aset tersebut. Selamat berinvestasi.

Edukasi dulu sebelum berinvestasi, karena sejatinya investasi yang paling menguntungkan adalah ilmu pengetahuan. Salam cuan selalu -mij-