Pasar Fluktuatif, Ini Pilihan Investasi Alternatif yang Justru Berpeluang Cuan

Investation - canva

Investation - canva

Like

Situasi pasar yang fluktuatif, rupanya berdampak pada dana kelolaan yang terus tergerus nih, Be-emers. Di semester I/2020 misalnya, dana kelolaan reksa dana tercatat menyusut 11,15 persen secara year to date.

Namun, hal itu malah jadi peluang buat sejumlah produk investasi alternatif lho. Soalnya, dana kelolaan produk investasi alternatif justru terpantau naik dalam periode yang sama nih.

“Produk alternatif ini cenderung tidak terpengaruh oleh gejolak di pasar saham dan obligasi,” ungkap Direktur Batavia Prosperindo Asset Management Prihatmo Hari, dikutip Bisnis.

Nah, menurut Hari, kondisi pasar yang fluktuatif ini membuka peluang bagi produk alternatif, seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas. Jenis reksa dana ini memungkinkan investor buat berinvestasi hanya pada efek non penawaran umum, seperti saham, obligasi, dan mezzanine.

Enggak cuma itu, produk investasi alternatif lain seperti Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) juga dapat menjadi pilihan. KIK-BEA ini pun dinilai pas sebagai pilihan investasi di tengah dampak perlambatan kredit perbankan.


Misalnya, kalau ada perbankan yang mengalami kesulitan likuiditas dan mau mengonversi aset pinjamannya menjadi dana segar, bisa melakukan sekuritisasi aset melalui KIK EBA. Peluang cuan KIK-EBA, menurut Hari, juga bisa berasal dari sektor properti.

Di tengah terpukulnya sektor properti, banyak perusahaan properti yang melakukan penjualan aset sehingga terjadi koreksi harga terhadap aset properti. Nah, hal ini jadi peluang yang menarik, terutama bagi yang punya horizon investasi jangka panjang, untuk mulai berinvestasi pada KIK dana investasi real estate (DIRE).

Adapun, dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KIK-EBA merupakan kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Efek Beragun Aset. Nah, si Manajer Investasi ini diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif, sedangkan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.

Sementara itu, menurut Hari, situasi pasar yang berfluktuasi disebabkan oleh penurunan harga saham dan membuat valuasi turun. Selain itu, terjadi net redemption karena banyak investor mencari tempat investasi yang lebih aman (aset safe haven).