Persiapkan Ramadan: Sudahkah Siap Fisik, Mental, dan Spiritual?

Like

Persiapan Mental dan Spiritual

Puasa tidak hanya melibatkan fisik seseorang tetapi juga mental dan spiritual. Secara lahiriah, orang yang berpuasa artinya tidak makan dan minum selama satu hari penuh selama bulan Ramadan.

Namun, bukan hanya menahan lapar dan haus, orang yang berpuasa juga menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan dosa.

Baik dosa hati, pikiran, maupun dosa anggota badan, seperti memikirkan tentang makanan, syahwat, nafsu, berbohong, bergosip, dan lain-lain.

Selain tidak melakukan dosa, orang yang berpuasa seyogianya menjalankan ibadah-ibadah, baik ibadah wajib seperti salat dan zakat fitrah, maupun ibadah sunah seperti memperbanyak membaca Al-Qur'an, zikir, dan sedekah.
 

Tips Mempersiapkan Mental dan Spiritual Ketika Ramadan

Oleh karena itu, persiapan mental dan spiritual penting adanya. Berikut tips persiapannya:

1. Niat yang tulus dan ikhlas

Ibadah puasa bisa dikatakan sebagai ibadah yang dapat dimanipulasi. Puasa atau tidaknya seseorang hanya ia dan Tuhan yang tahu.

Karena seseorang yang tidak berpuasa bisa berpura-pura berpuasa di hadapan orang lain, tetapi tentu tidak bisa menipu Tuhan yang Maha Tahu.


Oleh karena itu, niat yang lurus hanya mengharapkan rida Allah SWT penting adanya. Karena ibadah seseorang tergantung pada niat. Selain itu, niat juga termasuk rukun puasa yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Menyambut Ramadan, Ini Makna Kue Apem di Tradisi Megengan
 

2. Mempelajari keilmuan puasa

Puasa memiliki rukun dan syarat sah. Ada hal-hal yang wajib dan sunah dilakukan saat berpuasa.

Selain itu, ada juga hal-hal yang tidak boleh dilakukan karena dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk mengetahui dan mempelajari ilmu berpuasa agar puasanya tidak hanya sekadar mendapatkan rasa haus dan lapar, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.
 

3. Meningkatkan kualitas ibadah

Bulan Ramadan adalah bulan penuh hikmah dan berkah di mana nilai pahala berlipat dan pintu-pintu surga dibuka.

Maka dari itu, kita harus memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, mulai dari memperbanyak membaca Al-Qur'an, dzikir, sedekah, i'tikaf di masjid, dan lain-lain.
 

4. Mengontrol emosi dan perilaku

Salah satu hikmah ibadah puasa adalah melatih kesabaran, seperti menahan amarah, tidak berbohong, tidak bergosip, dan lain sebagainya.

Di samping pahala berlipat, demikian juga dengan ganjaran dosa. Maka dari itu, kita harus mengontrol emosi dan perilaku. Bukan hanya agar terhindar dari dosa tetapi juga agar tidak kehilangan pahala.