
5 cara membentengi diri dari perilaku korupsi (Foto Freepik.com)
Likes
Setiap minggu kita selalu membaca di media baik media online atau cetak, ada saja berita tentang korupsi yang terjadi.
Para pelaku korupsi yang merugikan negara biasanya pejabat dari korporat pemerintah, maupun pihak swasta yang sering menyogok uang kepada mereka.
Indonesia itu termasuk dalam negara paling korup loh. Menurut Indeks persekpsi korupsi Indonesia, Indonesia berada di urutan ke-115 dari 180 negara dengan IPK 34.
Dibandingkan dengan periode sebelumnya skor Indonesia rupahnya tetap bertahan tidak berubah. Dengan IPK 34 membuat peringkat Indnoesia merosot dari 110 pada tahun 2022 menajdi 115 pada 2023.
Apa sih Korupsi?
Korupsi berasal dari kata latin, “corruption” dan kata kerja “corrumpere” artinya yang buruk, rusak, menyogok, memutarbalikkan.Korupsi dimulai dari sendiri dari hal-hal yang terkecil. Misalnya ketika masih kecil, kita sekolah, tidak korupsi waktu saat masuk atau istirahat atau pulang sekolah.
Juga tidak ambil makanan di kantin tanpa bayar. Memberikan uang kepada guru agar naik kelas. Meskipun kecil tindakannya, tapi hal itu sudah merupakan korupsi.
Jadi sejak dini, kita perlu diajar oleh orang tua, guru nilai-nilai yang membuat kita tidak korupsi. Nilai-nilai yang terkandung dalam anti korupsi adalah kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keadilan.
Kenapa kita mempertahankan peringkat korupsi yang tinggi? Ternyata mencegah korupsi itu sulit sekali yah. Budaya anti korupsi itu tidak sepenuhanya dapat dilakukan oleh semua orang dari kecil hingga dewasa.
Korupsi di dalam Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, tindakan korupsi dikategorikan 7 jenis , misalnya merugikan keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.
Nah, apakah cara efektif agar kita tidak terus terjerat dalam kasus korupsi yang tidak berkesudahan. Yang pasti korupsi itu merugikan negara baik secara materiil maupun melawan hukum.
Pasalnya perbuatan ini memperkaya diri sendiri atau orang lain, baik secara perorangan maupun secara berjamaah, merugikan keuangan negara dan perekonomian negara.
Membentengi Diri Agar Tidak Terjerat Sebagai Pelaku Korupsi
Berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk membentengi diri agar tidak terjerat sebagai pelaku korupsi:1. Hidup sesuai kemampuan
Tidak perlu FOMO (Fear of Missing Out). Orang yang FOMO identik ingin mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kemampuan.Ada konser, harus ikut nonton, padahal ngga suka konser dan harganya mahal sekali. Gaya hidupnya berubah tidak wajar melebih kemampuan. Juga tak perlu bandingkan diri dengan orang lain.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.