Budaya Korupsi, Ini 8 Strategi Mencegahnya

Ilustrasi tindakan korupsi. Sumber gambar freepik.com

Ilustrasi tindakan korupsi. Sumber gambar freepik.com

Like
Korupsi adalah momok busuk yang menggerogoti negara kita sejak lama. Bahkan mungkin anak-anak sekarang, sejak lahir telah kehilangan haknya karena dirampas koruptor. 
 
Korupsi seperti penyakit turunan yang tidak ada obatnya. Praktik korupsi banyak ditemukan di berbagai tingkatan birokrasi, dari pejabat tinggi hingga pegawai di level bawah.

Meskipun tidak semua pegawai terlibat, banyaknya kasus-kasus pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang yang ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi telah mengakar dalam berbagai sektor. 

Apakah ada pelanggaran lingkungan dan kepentingan pihak tertentu yang bermain di belakangan? 
 
Be-emers, bagaimana menurutmu? Mungkin gak sih korupsi hilang dari Bumi Indonesia? Lantas, bagaimana caranya? 
 

Korupsi: Budaya dan Penyakit Sistematik 

Be-emers, untuk menjawab pertanyaan, apakah korupsi bisa hilang dari bumi Indonesia? Kita telaah dulu mengenai korupsi itu sendiri. 
 
Kita tahu di Indonesia ini, korupsi bukan hanya tindakan satu individu yang serakah. Akan tetapi merupakan tindakan tersistem yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Bahkan, terkadang ada tindakan korupsi yang berkamuflase sebagai sebuah tindakan sopan santun. Seperti salam tempel ketika ada pengawas datang ke sebuah instansi.

Oleh karena itu banyak faktor yang menyebabkan korupsi terus berkembang di negeri ini. Seperti:
 

1. Kurangnya Transparansi

Banyak proses dalam pemerintahan yang bersifat tertutup dan sulit diakses publik. Hal ini menjadi celah untuk tindakan korupsi. 
 

2. Tidak Adanya Hukuman Efek Jera Terhadap Koruptor

Seringkali kita mendengar candaan sarkas. "Enak menjadi koruptor, di penjara beberapa tahun kemudian keluar masih kaya raya. 
 

3. Adanya Budaya " Bisa di Atur."

Pola pikir bahwa semua bisa diatur dengan uang sudah mendarah daging. Tanpa uang jalan tertutup. Dengan uang pintu terbuka lebar. Mulai siap untuk menghindari tilang di jalan hingga siap untuk membeli jabatan. 
 

4. Sikap Skeptis Masyarakat Terhadap Korupsi

Budaya korupsi yang terjadi membuat masyarakat bersikap skeptis. Karena menganggap bahwa korupsi tidak bisa dihindari. 
 

5. Tingginya Biaya Politik

Siapapun yang terjun ke politik harus memiliki modal besar. Oleh karena itu ketika berhasil menjadi pejabat, seolah-olah balik modal menjadi hal pertama yang harus dilakukan. 
 
Korupsi telah menjadi tantangan terbesar bagi Indonesia. Dengan sumber daya alam yang melimpah, negara kita belum juga mampu menjadi negara maju.

Hal tersebut karena banyaknya korupsi yang terus menggerogoti dan menghambat pertumbuhan negara kita ini.