Nah, setelah kita memahami apa itu indeks persaingan usaha, mari sekarang kita bahas soal indeks itu pada 2025. Dalam forum Competition Outlook 2026, Anggota KPPU, Eugenia Mardanugraha menjelaskan, indeks 2025 memiliki skor 5,01 pada skala 1–7. Skor itu mengalami peningkatan dibandingkan 2024 di mana skornya sebesar 4,95.
Menurut Eugenia, peningkatan skor menandakan pasar Indonesia bergerak ke arah yang lebih terbuka, efisien, juga kompetitif. Secara empiris, tuturnya, persaingan usaha yang sehat dan kuat berkontribusi langsung pada peningkatan yang lebih berkualitas dari sisi produktivitas, inovasi, serta pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya juga, capaian skor ini melanjutkan tren penguatan persaingan usaha nasional pascapandemi Covid-19, tepatnya sejak 2021 pascapandemi. Secara historis, indeks tercatat mengalami kenaikan dari 4,63 pada 2018 menjadi 5,01 pada 2025 yang mencerminkan perbaikan struktur dan dinamika pasar dalam jangka menengah.
Peningkatan ini, terang Eugenia, terjadi hampir di seluruh dimensi persaingan usaha, yakni perilaku pelaku usaha, struktur pasar, kinerja pasar, sisi penawaran dan permintaan, dan kelembagaan. Satu-satunya dimensi yang mengalami penurunan terbatas adalah regulasi.
Penurunan terbatas pada dimensi regulasi ini mengindikasikan masih adanya tantangan mengenai harmonisasi kebijakan dan efektivitas aturan di tingkat pusat dan daerah yang berpotensi memengaruhi iklim persaingan usaha.
Be-emers, memasuki 2026, Eugenia mengatakan, tantangan persaingan usaha diproyeksikan semakin kompleks seiring percepatan transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan dan meningkatnya konsolidasi usaha, serta menguatnya peran platform digital.
Dengan demikian, isu-isu seperti penguncian ekosistem, penguasaan dan akumulasi data sebagai hambatan masuk pasar, kemudian algoritma penetapan harga, serta akuisisi yang berpotensi menekan persaingan menjadi fokus pengawasan ke depan.
Sementara itu, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Mohammad Ikhsan mengatakan, persaingan merupakan prasyarat utama inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.
Karena itu, tanpa persaingan, tidak ada inovasi dan tanpa inovasi, pertumbuhan ekonomi hanyalah ilusi jangka pendek.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.