Pabrik Gula Karangsuwung, Saksi Keemasan Industri Gula yang Tinggal Kenangan


Sayangnya, dinamika industri gula global dan perkembangan zaman perlahan membuat PG Karangsuwung menyerah. Sempat berusaha bertahan hingga 2014 karena pukulan telak krisis ekonomi global, pada 2017 PG Karangsuwung berhenti beroperasi.

Kendati begitu, sisa kemegahan pabrik masih tersingkap jelas. Cerobong asap masih berdiri kokoh tak lekang digerus oleh waktu. Area bekas kantor dan mess karyawan menolak tua, mereka masih ingin menyajikan cerita pada siapa pun yang datang.

Tak ingin membuang kesempatan, kami para petualang penasaran ini menjelajahi lahan samping pabrik yang kini dirambahi rerumputan liar cukup tinggi. Walau terbengkalai rumpun buah ciplukan justeru tumbuh subur, menggoda untuk dipanen.

Baca Juga: Mengunjungi Kelenteng Hok Tek Bio Ciampea, Wujud Toleransi di Kota Hujan

Kisah tentang pabrik gula memang selalu menarik, hal yang membuatku termotivasi bertandang ke pabrik tua yang ada di Indonesia.


Mungkin karena ini ada pepatah ada gula ada semut. Meskipun tebu tergolong tumbuhan yang membutuhkan perawatan ekstra karena harus disirami rutin, Cirebon membuktikan tanahnya sangat gembur menjadi wadah tebu bertumbuh tanpa susah payah.

Kini, area pabrik sepi karena semut itu tak ada lagi. Tetapi residu memori perjuangan, kebahagiaan, kesedihan masih membekas di hati.







---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung