Kebijakan Rasial yang Membentuk Tiongkok Hari Ini
Salah satu yang tersohor adalah tokoh ulama Syekh Yusuf yang tertangkap tangan dan akhirnya diasingkan ke Afrika Selatan. Terlebih, kala itu Belanda sangat mencurigai etnis Tionghoa hingga Peristiwa Geger Pecinan meledak pada 1740.Ribuan etnis Tionghoa dieksekusi tanpa pengadilan berarti. Mereka dinilai memberontak dan membahayakan kepentingan imperialis saat itu. Dibangunlah pertahanan agar pemberontakan tidak semakin meluas.
Fakta menariknya, benteng dirancang sedemikian rupa menggunakan pagar kayu palisade. Alasannya karena kabarnya perawatannya lebih mudah dan ekonomis dibandingkan kayu biasa. Aku seketika tertegun, tahun segitu Belanda sudah sedemikian piawai merancang bangunan agar bertahan lama serta efisien dari sisi biaya.
Sayangnya, usia benteng ini tidak terlalu lama. Usai 40 tahun berdiri, statusnya sebagai pos pertahanan dicabut. Selain karena memang sudah nirfungsi, pasukan Eropa mulai meninggalkan kawasan itu. Hingga akhirnya benteng dihancurkan pada 1752.
Lokasi persis keberadaan benteng turut terekam jelas dalam Perjalanan Van Imhoff tahun 1744. Lokasi yang strategis yakni dekat Sungai Cisadane dan Gunung Burung Vogelberg menjadi alasan rasional Belanda memilih Ciampea sebagai markas utama.
Kembali menaiki angkot, aku merenungi banyak hal. Tindakan rasial terhadap etnis Tionghoa masih banyak terjadi sampai hari ini, bahkan aku menyaksikannya di circle pergaulanku.
Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Hoakiau di Indonesia (1998) menyebut tak hanya tempat tinggal dan mobilitas yang berusaha dihambat, pada 1879 pemerintah Hindia Belanda menerbitkan larangan warga Tionghoa menjadi petani.
Untuk menyambung hidup, komunitas Tionghoa di kota melatih skill berdagang. ini sekaligus menjadi jawaban teman-teman Tionghoaku nyaris tak pernah gagal berjualan, sejatinya sejarah punya peran.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.