Ikut Puasa Meski Bukan Muslim


Dan ternyata, ada perasaan berbeda yang sulit dijelaskan.

Bukan pengalaman spiritual seperti yang mungkin dirasakan orang yang menjalankan ibadah puasa dengan keyakinannya, tetapi lebih kepada pengalaman memahami ritme tubuh dan kebiasaan sehari-hari.

Ternyata selama ini banyak makan dilakukan bukan karena benar-benar lapar, tetapi karena terbiasa.

Ketika rutinitas itu berhenti sementara, muncul kesadaran kecil tentang bagaimana tubuh sebenarnya bekerja.

Sore hari saat akhirnya ikut makan bersama teman-teman yang berbuka, suasananya justru terasa lebih hangat.


Makanan sederhana terasa lebih nikmat. Obrolan terasa lebih pelan dan menyenangkan. Ada rasa menghargai momen yang biasanya terlewat begitu saja di hari-hari biasa.

Dari pengalaman singkat itu juga mulai terasa beberapa manfaat kecil.

Tubuh terasa lebih ringan. Pikiran terasa sedikit lebih fokus karena tidak terus-menerus memikirkan camilan atau kopi.

Dan yang paling terasa justru munculnya kesadaran untuk lebih menghargai makanan dan waktu makan itu sendiri.

Mungkin bagi sebagian orang ini terdengar sederhana. Tapi kadang pengalaman memahami kebiasaan orang lain, meskipun berasal dari keyakinan yang berbeda, justru membuat saya belajar banyak hal baru.





---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung