Akhirnya Kutemukan Jawabannya: Tidur Jam 9 Malam
Saya pernah membaca sebuah utas di Threads tentang seseorang yang punya masalah hampir sama dengan saya. Dia pun melakukan sesuatu yang ternyata sudah dijalani cukup lama, yaitu: mulai tidur awal, dimulai jam 9 malam.Ternyata, tidur cukup di malam hari membuat kehidupannya membaik. DIa lebih fokus dengan pekerjaannya. Lebih tidak mudah stres. Pokoknya, hidupnya jadi lebih nikmat begitulah.
Rupanya, hal itu memancing perhatian saya, meskipun saya ini tidak pernah memancing kepiting di Laut Alaska. Saya mau coba, deh. Tidur mulai jam 9 malam. Atau kalau mentok-mentoknya, ya, jam 10 malam.
Biasanya, waktu malam itu ada berbagai macam webinar. Namanya webinar, seringnya lewat Zoom Meeting. Kalau pas pertemuan fisik, disebutnya hadirin dan hadirat, masa di Zoom, disebutnya zoomiyin dan zoomiyat?
Akhirnya, demi mengejar tidur yang lebih awal, banyak webinar yang tidak saya ikuti, meskipun materinya bagus-bagus. Biasanya, saya sering ikut webinar, menulis resumenya, lalu dituangkan di blog pribadi.
Saya rasa, ah, materi seperti itu banyak di internet. Banyak di YouTube. Pagi atau siang hari masih bisa saya cari. Khusus malam, tidur lebih awal, hindari begadang.
Ketika saya mulai menjalankan tidur jam 9 malam, bangun sekitar jam 4 pagi, rupanya badan saya betul-betul lebih fresh, Be-emers.
Mengantuk memang masih ada sedikit, tetapi ini lebih baik daripada tidur yang cuma 4 jam. Kalau saya tidur jam setengah satu dini hari, lalu bangun setengah lima pagi, berarti 'kan hanya 4 jam, ya 'kan? Atau ada yang punya jam merek berbeda?
Kebiasaan yang Memang Harus Dibiasakan
Setiap tubuh manusia itu memang punya jam biologis. Sedangkan, setiap murid SMP dan SMA punya jam pelajaran Biologi.Waktu malam, tubuh memang sedang dalam fase untuk beristirahat. Organ pencernaan mulai siap-siap untuk istirahat juga setelah seharian mencerna berbagai macam makanan yang seabrek-abrek dan segudang itu.
Ketika tidur larut malam, tubuh jadi dipaksa bekerja di luar ritme alaminya. Dipaksa untuk lembur tiap malam. Mungkin dia tidak bisa menjerit seperti perempuan yang lihat kecoa di kamar mandi. Untunglah, kecoa itu tidak balas menjerit juga.
Namun, tubuh tidak pernah lupa utang tidur. Sedangkan, banyak orang yang lupa utang uangnya sendiri, termasuk teman saya. Mumpung bisa menulis di sini, sekalian curhat.
Akibat kurang tidur terus-menerus bisa dikaitkan dengan gangguan kesehatan. Ada peningkatan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, hingga gangguan metabolisme.
Saat kurang tidur, hormon ghrelin (pemicu lapar) meningkat. Pada saat yang sama, hormon leptin (penekan nafsu makan) menurun. Akibatnya, orang jadi lebih mudah lapar, lalu berujung ngemil.
Tidak kalah pentingnya untuk diingat, diresapi, dan dihafalkan siapa tahu ke luar di ujian SIM bahwa kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, dan produktivitas kerja.
Kalau saya tidur jam 9 malam, waktu menulis memang berkurang. Waktu mengikuti webinar juga berkurang. Namun, kualitas hidup saya jadi lebih meningkat. Dan, itu lebih penting daripada menulis dan webinar apapun.
Saya masih bisa mencari waktu lain untuk menulis, bisa di sela-sela waktu kerja. Saat istirahat atau sore hari setelah kerja juga boleh, lah.
Kesehatan termasuk investasi yang tidak bisa diambil oleh orang lain. Kalau dengan tidur jam 9 malam, kesehatan tubuh lebih terjaga, lalu kenapa harus pakai begadang yang akhirnya bisa merusak tubuh?
Namun, memang tidak semua orang bisa pas tidurnya jam 9 malam. Ada pula orang yang justru bekerja di malam hari, Batman misalnya.
Bahkan, para tenaga kesehatan pun ketika memang diperlukan, juga harus begadang. Misalnya para bidan yang harus berjibaku membantu kelahiran dari beberapa ibu pas di tengah malam.
Tidak mungkin bukan mengatakan seperti ini, "Dik, wahai, calon bayi, jangan dulu ke luar tengah malam begini, ya? Kata Mas Rizky, harus tidur jam 9 malam."
Sebenarnya, bukan begadangnya yang bermasalah. Yang menjadi masalah adalah keseringan begadang. Merasa bahwa begadang itu adalah aktivitas yang membanggakan, bahkan "menyehatkan". Hah, menyehatkan dari Hongkong?
Saat begadang dianggap kebanggaan, tidur cepat dikatakan lemah dan cemen. Toh dia bukan tukang bangunan, jadi tidak perlu cemen, lah.
Jadi, mari Be-emers kita tetap jaga kesehatan dengan istrirahat, aduh salah tulis, istirahat yang cukup. Termasuk dalam hal ini adalah cukup tidur. Sesuai aturan kesehatan, tidur malam antara 7-8 jam. Atau, paling tidak memenuhi 6-7 jam.
Tubuh pastinya akan sangat berterima kasih jika diberikan haknya. Bukan diajak lembur, begadang dengan aktivitas yang tidak teratur, hingga organ-organ tubuh mulai perlahan hancur.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.