3 Bentuk Investasi yang Bisa Kamu Lakukan
Dalam tulisan yang entah berapa huruf dan tanda titiknya ini, saya mengungkapkan tentang 3 jenis investasi. Bisa kamu lakukan asal punya modal yang cukup dan bisa dimulai dari yang kecil. Tidak perlu sampai jual tanah dan rumah tetangga karena itu memang milik tetangga.Pertama, emas. Ini memang investasi klasik yang tahan banting. Emas dapat disimpan untuk nilai jangka panjang. Ini adalah aset yang paling populer saat mata uang melemah.
Harga emas memang cenderung naik saat dolar menguat dan kondisi lainnya, yaitu: ketidakpastian meningkat. Meskipun emas punya nilai relatif stabil, dapat dimulai dari nominal kecil, dan gampang dicairkan, tetapi ada juga kekurangannya.
Emas itu tidak menghasilkan passive income atau dalam hal ini adalah bunga atau dividen. Harga emas dapat fluktuatif dalam jangka pendek. Ketika Be-emers beli emas fisik, ternyata ada yang namanya biaya penyimpanan.
Investasi jenis kedua adalah obligasi. Contoh paling gampangnya adalah SBN/ORI/Sukuk Ritel. Ini tergolong aman dan ada kuponnya juga.
Pilihan kedua ini lebih cocok bagi pemula yang mau imbal hasil yang lebih pasti. Kelebihan yang kedua ini adalah risiko rendah, terutama yang obligasi pemerintah. Dibandingkan bunga tabungan yang antara 6 hingga 7 persen tiap tahun, imbal hasil obligasi lebih tinggi.
Selain itu, ada kupon rutin yang bisa kamu terima tiap bulan dan itu jadi passive income. Namun, jangan salah, ada juga kekurangannya. Dana investasi kamu "terkunci" sampai tenor selesai. Kalau mau diambil, mesti dijual di pasar sekunder.
Kamu dapat ikut investasi jenis ini melalui aplikasi perbankan dan platform di Android, seperti: Bibit dan Bareksa. Dan, investasi yang ketiga adalah, sebentar ganti paragraf dulu.
Yak, sudah ganti, terima kasih, Pemirsa. Ketiga adalah saham. Ini memang ada potensi besar, tetapi kamu mesti punya jiwa sabar. Eh, bukankah selama ini kamu sudah sangat sabar menghadapi tingkah polah pasanganmu, ya 'kan?
Saham cocok bagi orang yang punya visi jangka panjang. Jika Be-emers menanam saham di perusahaan yang bagus, maka bisa dapat dividen. Jangan dikira memulai saham itu harus miliaran, kamu dapat kok dari Rp100.000-an saja.
Kekurangan dari saham adalah risikonya memang paling tinggi dibandingkan dua jenis yang disebutkan sebelumnya. Selain itu, kamu juga harus punya literasi yang lebih dalam sebelum benar-benar mulai.
Sabar memang diperlukan, mental juga harus kuat, apalagi saat harganya turun. Kamu dapat mulai investasi saham di sekuritas terpercaya, seperti: BNI Sekuritas, Stockbit, dan lain sebagainya. Jangan lupa, pelajari dulu dasar-dasarnya.
Berpikir Lebih Dalam Tentang Investasi
Banyak orang yang berpikir bahwa investasi yang terbaik itu adalah yang paling untung. Mereka tidak tahu bahwa Untung itu adalah nama salah satu penjual buku di Shoping Center, Jogja.Jika bukan investasi yang keuntungannya paling besar, lalu yang seperti apa? Inilah poin pentingnya, silakan pakai stabilo di tembok kamar kost teman kamu.
Investasi yang terbaik itu adalah yang bisa membuat tidur lebih tenang. Membuat tidur tetap nyenyak. Soalnya begini, meskipun investasi dalam jumlah yang besar, tetapi hati tidak pernah tenang, apa untungnya?
Hal yang paling penting adalah memastikan keuangan kita tidak ikut tumbang seperti hutan-hutan Aceh, Kalimantan, dan Papua. Tetap bertahan itu memang perlu di tengah kondisi rupiah melemah ini. Namun, jangan salah ambil langkah. Salah sedikit, risiko siap mencubit.
Jangan demi merasa paling paham menabung, memiliki dana darurat, atau ilmu investasi, lalu semena-mena dalam menggunakan uang.
Investasi itu pada dasarnya bukan untuk terlihat pintar di media sosial. Hal yang lebih penting adalah memastikan masa depan sedikit lebih tenang.
Dan, jangan dilupakan. Ini ada hubungannya dengan yang sedang viral di Threads. Allah yang memberikan kita rezeki saat dolar Rp6.000,00. Allah juga yang memberi kita rezeki ketika dolar menembus Rp18.000,00.
Jadi, tidak perlu terlalu khawatir. Kadang, rezeki itu memang tidak selalu berupa uang. Kadang, meskipun uang yang dimiliki cuma sedikit, tetapi hati terasa lapang, pikiran tenang, dan kehidupan berjalan lancar tanpa terhalang, bukankah itu tanda syukur yang tak terbilang?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.