7 Panduan Investasi Saham IPO untuk Pemula agar Minim Risiko


4. Wajib Pakai Uang Dingin

Tips aman selanjutnya untuk investasi di saham IPO adalah hanya gunakan uang dingin. Artinya uang tersebut bukan uang yang digunakan untuk kebutuhan pokok.

Bagi Be-emers yang masih pelajar misalnya, jangan minta uang kebutuhan pokok milik ibu untuk diinvestasikan.

Atau pakai uang bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), atau pakai uang yang seharusnya disimpan untuk biaya sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Jangan ya…

Menggunakan uang-uang seperti itu akan membebani dan membuat stress. Sebaiknya Be-emers gunakan uang sendiri, uang jajan yang disisihkan sedikit demi sedikit misalnya, yang jika diambil tidak mempengaruhi urgensi keuangan Be-emers.
 

5. Terus Tingkatkan Ilmu dan Terapkan Langsung 

Di buku yang berjudul “Anak Muda Miliarder Saham” karangan Andika Sutoro Putra, disitu dijelaskan bahwa Andika sudah sukses menjadi miliarder karena berinvestasi di dunia saham sejak usia belasan tahun, sekitar usia 19 tahun.

Kunci sukses Andika tersebut adalah, dia terus mencari ilmu dan juga langsung menerapkan ilmu tersebut dengan cara beli langsung saham di pasar saham.


Andika juga tidak hanya melahap ilmu-ilmu yang gratis, dia bahkan rela merogoh kocek yang dalam untuk membayar ilmu yang harganya tinggi, hingga jutaan rupiah dalam sekali pertemuan, demi agar dapat pengetahuan tentang dunia investasi saham.
 

6. Gunakan Rumus Sederhana sebelum Membeli

Dalam buku “Thinking Fast and Slow” karya Daniel kahneman dituliskan bahwa, kunci sukses setiap ahli yang menguasai bidang tertentu adalah, para ahli tersebut selalu menerapkan rumus yang sederhana. Bukan rumus yang rumit.

Dalam dunia saham misalnya, seperti yang penulis sering baca, investor senior Lo Kheng Hong juga punya rumus sederhana ketika berinvestasi. Misalnya: 

Rumus sederhana investasi saham

“Pastikan laporan keuangan lima tahun terakhir baik + pastikan para pemimpin perusahaannya baik + prospek barang atau jasa dalam lima tahun ke depan termasuk yang dibutuhkan pelanggan ”


Jika tiga kriteria tersebut dipenuhi, maka kita bisa coba berinvestasi di perusahaan tersebut, meski baru IPO.


7. Hadapi Krisis dengan Tenang

Tips terakhir tapi bukan yang paling akhir, jangan buru-buru jual saham IPO yang baru saja kita beli karena kondisi keuangan nasional atau global yang terganggu. Misalnya terjadi krisis. 

Jika kondisi perusahaan sehat, ketika kondisi keuangan nasional atau global kembali normal, pasti perusahaan tersebut tetap menunjukkan performa dan bagi hasil terbaik.


#Mon-FridayJun2026





---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung