Biar Keuangan Sehat, Lakukan 5 Tips Perencanaan Utang Berikut

Finance - Canva

Finance - Canva


Kayak dua sisi mata uang, ketika dengar kata “utang”, pasti ada sisi positif dan negatifnya juga nih, Be-emers. Enggak heran, kalau ngomongin masalah utang, kadang seseorang bisa jadi lebih sensitif.

Apalagi kalau sampai punya teman yang enggak bayar utang, tapi update lagi liburan sambil makan enak. Duh, kesel banget dong pastinya?

Meski begitu, kamu perlu menyadari juga kalau setiap orang punya alasan tersendiri kenapa mereka harus berutang. Enggak jarang, utang juga bisa bantu banyak orang untuk mencapai tujuan penting, kayak mendirikan usaha hingga membeli rumah.

Namun, utang juga bisa bikin kekayaan bersih kamu tergerus serta kesulitan untuk punya tabungan. Terus, gimana kalau kamu dalam posisi terdesak dan butuh banget bantuan dengan cara berutang?

Dikutip dari laman Bisnis, ini 5 tips yang bisa kamu terapkan dalam membuat perencanaan utang.


Baca Juga: Apakah Berutang Banyak itu Buruk?
 

Cicilan Maksimal 35 Persen dari Penghasilan

Perlu kamu ketahui nih, nilai debt service ratio (DSR) atau rasio pelunasan utang di bank itu  maksimal adalah 35 persen dari penghasilan lho!

Kalau pihak bank atau pemberi kredit menyetujui permohonan cicilan senilai 50 persen dari penghasilan, tetap saja hal itu dinilai enggak ideal dari segi keuangan kamu.

Soalnya, kalau kamu punya cicilan utang yang terlalu banyak, hal itu bisa menurunkan kualitas hidup. Bayangin, hidup kamu nanti bakal habis hanya untuk membayar cicilan tanpa punya tabungan, dana darurat, apalagi investasi.
 

Cari Tahu Estimasi Cicilan

Kadang, punya cicilan itu enggak cukup satu. Namun, hal itu haruslah tergantung dari kebutuhan hidup kamu, bukan keinginan.

Hal itu sah-sah saja kok, Be-emers. Asalkan, nilai total utang tertunggaknya enggak melebihi 50 persen dari nilai aset dan pastinya DSR-nya enggak lebih dari 35 persen.

Makanya, sebelum mengajukan cicilan kredit, hitung terlebih dulu perkiraan cicilan yang bakal kamu bayar ya!
 

Perhatikan Tenor Cicilan

Pastinya, tenor atau jangka waktu cicilan maupun besaran uang muka (down payment/DP) bisa mempengaruhi besarnya cicilan kamu ke depannya nih, Be-emers. Semakin panjang tenor cicilannya, cicilan kamu bakal terlihat lebih ringan.

Meski begitu, kamu justru harus lebih waspada. Soalnya, tenor yang panjang biasanya juga disertai tingginya tingkat suku bunga kredit lho!

Adapun, besarnya DP bakal mempengaruhi nilai pokok utang, yang juga berdampak pada besarnya cicilan per bulan. Selain itu, membayar uang muka dalam jumlah besar juga bakal  mengurangi pokok utang hingga berdampak ringannya angsuran per bulan.

Meski begitu, kamu bisa sesuaikan lagi dengan kesanggupan kamu membayar cicilan. Untuk itu, kamu harus pahami besarnya beban bunga yang harus Anda tanggung nantinya.
 

Jangan Mewariskan Utang!

Ingat utang itu dibawa mati lho, Be-emers! Makanya, jangan main-main sama utang.

Apalagi, jangan sampai kamu mewariskan utang ke keluarga kamu. Duh, bukannya mewariskan emas, kamu malah mewariskan beban dan kewajiban. Yang ada, keluarga kamu malah jadi sedih nantinya.

Untuk itu, ketika kamu memutuskan untuk mengajukan cicilan, kamu sudah punya asuransi jiwa. Perlu kamu ketahui, asuransi jiwa bakal sangat berfungsi untuk membantu kita menghadapi risiko hilangnya penghasilan saat kita wafat di usia produktif.

Adapun, uang pertanggungan yang dicairkan dari asuransi jiwa bersifat bebas pajak dan bisa dimanfaatkan untuk menggantikan sumber penghasilan yang hilang akibat kepergian tulang punggung keluarga.

Jadi, selain bisa jadi pengganti sumber penghasilan, uang pertanggungan itu bisa dimanfaatkan untuk melunasi utang oleh keluarga kamu.
 

Kalau Dana Darurat Enggak Cukup, Jangan Coba Berutang!

Mungkin rasio utang terhadap aset dan DSR kamu masih sehat. Namun, kalau jumlah aset lancar kamu terlalu sedikit, maka hal itu juga cukup berbahaya lho!

Perlu kamu ketahui, besar dana darurat yakni 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Makanya, penting banget untuk pastikan dana darurat sudah tersedia jauh-jauh hari sebelum mengajukan cicilan supaya kondisi keuangan kamu enggak berantakan!

Baca Juga: Terjebak Utang di Masa Pandemi? Jangan khawatir Begini Solusinya