Jejak Karir Jack Ma, Mantan Guru Bahasa Inggris yang Jadi Miliarder

Jack Ma (sumber: Wang HE/Getty Images)

Jack Ma (sumber: Wang HE/Getty Images)

Hilangnya Jack Ma sejak akhir Oktober 2020 membuat geger hampir satu dunia. Apalagi, dia hilang setelah terang-terangan mengkritik pemerintah China yang dinilai terlalu konservatif, bahkan mendesak mereka untuk lebih inovatif. 

Pernyataan yang dilontarkan Jack Ma ini ternyata menjadi bumerang bagi dirinya. Setelah kritik tersebut dilayangkan, penawaran saham perdana Ant Group, sebuah platform keuangan online yang tumbuh dari Alipay, dicabut oleh pemerintah China.

Sejak kejadian ini, Jack Ma menunjukkan dirinya di hadapan publik. Hilangnya Ma memicu beragam spekulasi tentang kemungkinan yang terjadi padanya.

Akan tetapi, tanda-tanda keberadaan Jack Ma baru-baru ini mulai mencuat. Menurut sumber, Jack Ma tidak hilang, melainkan sedang bersembunyi di markas Alibaba di Hangzhou.

Namun, usaha Jack Ma dalam mengembangkan bisnis dari nol ternyata membuat banyak orang penasaran. Pasalnya, ia harus melewati perjalanan yang cukup terjal dalam mencapai kesuksesannya.

Baca Juga: Ramai Jack Ma Menghilang, Seperti Apa sih Kritiknya Terhadap Pemerintah China?

Siapa sangka, pria yang kelahiran 10 September 1964 ini berasal dari keluarga kurang mampu di Hangzhou. Jack Ma sempat menjadi pengajar bahasa Inggris di sebuah universitas, setelah puluhan lamarannya ditolak berbagai perusahaan. 

Seiring waktu berjalan, Jack Ma membuat jasa penerjemah hingga mengantarkannya ke Amerika Serikat (AS) pada 1995 untuk proyek perusahaan patungan. Di sinilah titik awal Jack Ma mengenal internet. 

Ide pembuatan Alibaba muncul ketika Jack Ma mengetikan keyword "Bir China" di komputer dengan internet itu, namun ternyata tidak menghasilkan apa-apa di mesin pencarian.

Setelah pulang Kembali ke kampung halamannya, Jack Ma pun berambisi untuk mendirikan perusahaan internet juga, namun perusahaan yang pertama ia buat bukanlah Alibaba.

Pada tahun 1995, Jack Ma mendirikan perusahaan internet pertama di China bernama China Pages. Mulanya, China Pages besutan Jack Ma ini gagal total. Jack Ma mengaku tidak tahu cara memonetisasi website direktori perusahaan China tersebut. Bahkan, Jack Ma sampai kehabisan uang untuk menjalankan bisnis China Pages.

Setelah kegagalan Jack Ma dalam membuat China Pages, dia mencoba peruntungan keduanya di bisnis internet pada tahun 1999. Bersama 17 orang temannya, ia mengumpulkan modal US$60.000 untuk modal pembuatan website e-Commerce yang diberikan nama Alibaba.

Menariknya, keputusan Jack Ma memberikan nama Alibaba memang berhubungan erat dengan kisah Alibaba dan 40 pencuri dalam cerita 1001 malam. Dia terinspirasi dengan sosok tukang kayu yang menemukan harta karun milik pencuri. 

"Bagi saya, internet adalah harta karun itu," kata Jack Ma.

Misi Ma membangun Alibaba adalah untuk memberdayakan pengusaha kecil di China agar bisa menjajakan produknya ke pasar yang lebih luas. 

Salah satu yang membuat Alibaba bisa melejit adalah kepercayaan dari Masayoshi Son, petinggi dari Softbank. Saat awal Alibaba didirikan, Jack Ma belum memiliki rencana bisnis yang jelas dan bagaimana keuntungan dari bisnisnya tersebut.

Namun, Masayoshi Son tetap berani memberikan pendanaan ke Jack Ma senilai US$20 juta, meski usia Alibaba baru sekitar setahun

Alasan Son mau berinvestasi di Alibaba karena melihat mata Jack Ma menunjukkan kemauan yang kuat sehingga dia mempercayainya. Sejak saat itu, Alibaba pun pandai memanfaatkan peluang yang ada dan menggencarkan perkembangannya. 

Baca Juga: Biografi Jack Ma Si Pendiri Alibaba yang Gak Pintar Matematika dan IT!

Tak hanya sampai situ, Masayoshi Son kembali bertaruh dengan menggelontorkan dana sekitar US$56 juta ke Alibaba untuk bersaing dengan e-Bay di China pada 2003. Dari sini, Jack Ma langsung membuat marketplace baru bernama Taobao untuk bersaing dengan e-Bay. 

"e-Bay mungkin adalah Hiu, tapi aku adalah buaya di Sungai Yangtze" tegas Jack Ma.

Meg Whitman selaku CEO e-Bay saat itu menyadari grup Alibaba itu mengancam bisnisnya. Untuk itu, dia mengajak Jack Ma bekerja sama dengan mengundangnya ke markas e-Bay di AS.

Namun, ajakan ini ditolak oleh Jack Ma. Alasannya, e-Bay bukan tertarik dengan Alibaba, tetapi hanya dengan pasar yang dimilikinya saja demi menyenangkan investor perusahaan AS tersebut.

Seolah membalik keadaan, Jack Ma mengeluarkan kartu andalannya dengan menggratiskan layanan Taobao selama 3 tahun. Menurut Jack Ma, strategi ini mampu menunjukkan seberapa kuat perusahaanya.

Hasilnya, e-Bay yang tidak bisa menyaingi Alibaba ini kemudian hengkang dari China pada 2006 dan Alibaba menjadi perusahaan e-Commerce besar yang bisa bersaing dengan Amazon.


Sumber:
Instagram @bisnis.muda.id
finance.detik.com