Jeff Bezos, Amazon, dan Kekuatan Bisnis Sampingan

Ilustrasi seorang pekerja sedang membayangkan masa depannya yang cerah - mimagephotography

Ilustrasi seorang pekerja sedang membayangkan masa depannya yang cerah - mimagephotography

Like

Sebanyak 50% perkantoran sudah bisa kembali beroperasi sejak 8 Juni 2020 atau pada pekan kedua dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi Fase I di DKI Jakarta.

Be-emers masih ingat dengan jelas kan seperti apa dampak pandemi Covid-19 terhadap para kerah putih maupun buruh?

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 27 Mei 2020, sebanyak 3.066.567 pekerja telah terdampak Covid-19, baik itu karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun dirumahkan.

Kemnaker menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 1.757.464 data pekerja telah cleansing yang artinya sudah diketahui berdasarkan nama dan alamatnya. Sementara sisanya sebanyak 1.274.459 pekerja masih dilakukan cleansing.

Nah, dari 1.757.646 pekerja terdampak Covid-19, sebanyak 380.221 pekerja di antaranya merupakan pekerja sektor formal terkena PHK. 


Sedangkan, sebanyak 1.058.284 pekerja sektor formal dirumahkan dan ada 318.959 pekerja informal termasuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak.

Waduh, kalau lihat data di atas, besar juga ya dampak ekonomi yang dipicu Covid-19 bagi para pekerja. Be-emers pernah membayangkan enggak kalau hal itu terjadi pada diri sendiri?

Dengan banyaknya fenomena pekerja yang kena PHK atau dirumahkan selama pandemi ini, apakah memicu Be-emers untuk menjajal peluang bisnis sampingan?
 

Alasan Perlu Menjajal Bisnis Sampingan

Ada beberapa alasan mengapa Be-emers perlu menjajal bisnis sampingan. Pertama, selama pandemi ini gaji udah kena potong berapa persen. Padahal kalau boleh jujur, gaji normal aja kan udah pas-pasan.

Kedua, biaya untuk kebutuhan bulanan selama pandemi ini juga justru melonjak. Mulai dari pemakaian listrik yang naiknya lumayan banget, hingga bawaannya mau makan terus ketika #DiRumahAja.

Meski demikian, kalau enggak ada pandemi sepertinya juga tetap ingin menjalankan bisnis sampingan deh.

Soalnya, selain bisa menambah pendapatan dan memperluas koneksi bisnis, paling enggak selemah-lemahnya iman, bisa jadi bos untuk diri sendiri lah.
 

Jeff Bezos Memulai Amazon dari Bisnis Sampingan

Belum lagi, orang terkaya di dunia saat ini Jeff Bezos memulai Amazon dari bisnis sampingan. Bezos masuk dunia kerja setelah meraih gelar Sarjana Sains di bidang Teknik (BSE) dari Universitas Princeton pada 1986. 

Dia memulai karir dengan bekerja untuk perusahaan teknologi keuangan Fintel. Seiring berjalannya waktu, dia dipromosikan menjadi kepala pengembangan dan direktur layanan pelanggan.

Bezos kemudian pindah ke industri perbankan ketika menjadi manajer produk untuk Banker Trust sejak 1988 hingga 1990.

Sosok yang saat ini menjadi 'penguasa' sejumlah merek seperti Twitch, Goodreads, dan The Washington Post itu lantas bergabung dengan perusahaan manajemen investasi D. E. Shaw & Co. mulai dari 1990 sampai 1994.

Nah, saat bekerja di D. E. Shaw inilah Bezos memutuskan untuk memiliki bisnis sampingan. Dia mendirikan toko buku online pada akhir 1993. 

Barulah pada 5 Juli 1994, Bezos keluar dari pekerjaannya untuk mendirikan Amazon di garasinya. Padalah saat di D. E. Shaw, Bezos sempat menduduki posisi wakil presiden senior keempat ketika usinya 30 tahun.

Kini, Be-emers dapat melihat seberapa mengguritanya bisnis Amazon. Berdasarkan peringkat tahunan dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia yang dirilis Forbes pada 13 Mei 2020, Amazon ada di urutan ke-22. 

Perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, itu tercatat memiliki market value sebesar US$1,23 triliun.

Nah, dari sini Be-emers bisa belajar bahwa menjalankan bisnis sampingan juga punya peluang untuk sukses besar kok. Hal itu sudah dibuktikan langsung dari orang terkaya di dunia saat ini. 

Meski begitu, bukan berarti bisnis sampingan itu mudah dan dapat sukses dalam waktu singkat ya. Be-emers harus berkorban waktu, pikiran, dan banyak hal untuk mencapai kesuksesan itu.
 

Daftar Bisnis Sampingan yang Bisa Dicoba

Berikut ini terdapat beberapa bisnis sampingan yang dapat Be-emers coba. Mulai dari bisnis sampingan yang modalnya enggak seberapa, sampai yang membutuhkan anggaran lumayan besar.
 

1. PPOB 

Payment Point Online Bank atau PPOB adalah loket layaknya bank yang dapat digunakan untuk membayar tagihan dalam satu tempat.

Kelebihan dari bisnis ini, Be-emers hanya perlu keluar modal mulai dari Rp100.000 sampai Rp10 juta. PPOB juga mudah dioperasikan dan dapat dilakukan di mana saja asalkan masih bisa terkoneksi dengan internet.

Namun, tantangan dalam berbisnis PPOB adalah kebanyak orang sudah bisa mengisi pulsa dan listrik mereka sendiri. 

Sehingga, mungkin segmen pasar yang bisa 'dieksploitasi' adalah kaum yang belum terbiasa isi pulsa, bayar listrik, dan kebutuhan online sendiri, misalnya saja generasi Boomers.


2. Dropship

Kalau ingin mencari bisnis sampingan tanpa perlu keluar modal, peluang menjadi dropship dapat dimanfaatkan. Jadi tugas Be-mers menjual barang milik supplier secara online tanpa harus membeli barang itu. 

Ada banyak kok supplier yang membuka peluang dropship. Cuma, tantangan dalam bisnis ini sih harus bisa mencari pelanggan sebanyak-banyaknya. 

Soalnya, jumlah dropship di berbagai lini pemasaran seperti e-commerce dan juga media sosial ada banyak. Belum lagi, Be-emers harus super teliti agar tidak terjadi potensi salah kirim.


3. Jastip

Nah, seumpama Be-emers merasa bisnis dropship terlalu berat untuk dijalani, mungkin bisnis jastip dapat dicoba.

Bisnis ini menawarkan layanan untuk membeli produk barang tertentu atas permintaan orang lain. Keuntungan yang Be-emers dapat berdasarkan hasil komisi atau upah yang diberikan oleh si penitip.

Bisnis ini sama seperti dropship, tidak memerlukan modal. Be-emers hanya perlu rajin mengunggah produk yang potensi peminatnya tinggi ke sosial media atau e-commerce.

Tips kunci dalam menjalankan bisnis jastip adalah memberi ketarangan yang jelas sehingga orang lain dapat dengan mudah memahami dan mencarinya.

Bisnis jastip dapat Be-emers lakukan misalnya ketika sedang jalan-jalan atau berada di festival besar seperti bazar buku, kuliner viral, sampai tempat jualan tiket konser.

Memang, bisnis ini menarik karena enggak perlu modal gede. Namun, konsumen yang tekadang PHP dan usaha menentukan besaran komisi yang setimpal menjadi tantangan tersendiri dalam bisnis jastip.


4. Jual Produk Handmade

Kalau Be-emers ingin mencari bisnis sampingan yang memiliki margin cukup besar, maka bisnis berjualan produk handmade atau buatan sendiri dapat dicoba.

Soalnya kan produk yang memiliki unsur langka dan unik memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada sekedar produk umum. 

Misalnya, harga sabun batangan yang dijual di pasar tentu akan berbeda dengan sabun handmade yang diproduksi industri rumahan.

Hal ini dapat terjadi karena terdapat pertambahan nilai saat pengerjaan, desain yang berbeda dari produk pada umumnya, dan jumlah produksi yang terbatas.

Sehingga, tantangan terbesar dalam menggeluti bisnis ini adalah saat proses pembuatannya. Dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat membuat suatu produk handmade.

Beberapa contoh produk bisnis handmade yang laku di pasaran seperti produk rajutan, sovenir pernikahan, dan sambal. 


5. Jualan Online

Perkembangan teknologi dan komunikasi memiliki dampak signifikan dalam cara orang berjualan. Kian mudahnya orang dalam melakukan komunikasi berbanding lurus dengan peluang untuk mendulang cuan.

Saat ini, Be-emers tidak begitu memerlukan toko fisik untuk menjual suatu produk karena sudah ada e-commerce yang menghubungkan pembeli dengan penjual secara virtual.

Kondisi ini membuat Be-emers enggak perlu keluar biaya untuk sewa tempat lapak jualan. Bahkan, hadirnya e-commerce memungkinkan pedagang menjual suatu produk dari satuan terkecil.

Tantangannya, Be-emers harus berjuang melawan penjual yang sudah lebih dulu mapan hingga dapat merespon cepat ketika ada konsumen bertanya.


6. Waralaba

Kalau punya modal yang lumayan besar tapi enggak ingin dipusingkan dengan pengelolaannya, bisnis waralaba mungkin dapat jadi pilihan.

Keuntungannya, Be-emers dapat menjalankan bisnis menggunakan merek dagang pihak lain yang sudah terbukti sukses.

Akan tetapi, modal awal yang perlu disiapkan cukup besar. Belum lagi ada biaya royalti yang harus dibayar setiap bulan.


7. Indekos

Asiknya bisnis sewa properti seperti indekos adalah enggak perlu pusing melakukan banyak hal. Setiap akhir bulan atau tanggal muda, pundi-pundi uang bisa 'otomatis' masuk ke rekening.

Cocok banget untuk dijadikan passive income. Namun, modal yang dibutuhkan untuk memiliki indekos juga tidak murah.

Paling tidak, Be-emers harus punya tanah kosong yang perlu dibangun terlebih dahulu atau bangunan sudah jadi yang memerlukan renovasi untuk dijadikan indekos.


8. Cuan dari Hobi dan Keahlian

Kalau sejumlah peluang bisnis di atas masih terasa berat untuk dijalani, mungkin hobi atau keahlian yang Be-emers miliki selama ini dapat menjadi jalan untuk menambah pendapatan.

Beragam paltform seperti blog, YouTube, Anchor, Twitter, atau Instagram misalnya, dapat menjadi sarana untuk membangun personal branding atas hobi dan kemampuan yang Be-emers miliki.

Bila konten yang dibuat sudah dapat menjaring banyak pemirsa dan penggemar yang melimpah, bisa jadi itu pertanda bahwa 'gebang' monetisasi dari hobi dan keahlian Be-emers sudah terbuka.


Catatan Penting Saat Menjalankan Bisnis Sampingan

Walau hanya bisnis sampingan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan terlalu berambisi untuk cepat sukses. Tidak ada yang instan di dunia ini, bahkan dalam membuat mie instan sekalipun. Iya, enggak?

soalnya kalau terlalu berambisi, bisa jadi justru menimbulkan konflik prioritas antara pekerjaan utama dan bisnis sampingan. Lakukan sesuai kemampuan sebagai karyawan yang merangkap sebagai pengusaha.

Kedua, hati-hati dalam menentukan kebutuhan. Membuat logo atau kartu nama bisnis dan membeli perangkat lunak mahal untuk pembukuan transaksi bisnis itu penting kok.

Namun, Be-emers harus kembali ingat, bisnis kecil yang baru berjalan lebih membutuhkan promosi dan kosep usaha yang kokoh.

Ketiga, tentukan perencanaan bisnis. Meski yang dijalankan ini memang masih bisnis sampingan, coba buatlah catatan rencana sederhana.

Misalnya dengan menentukan rencana jangka pendek dan jangka panjang bisnis sampingan tersebut. Tujuannya agar ada progres jelas yang dilakukan, bukan justru hanya sekedar menjadi pelarian dalam mengisi waktu luang.

Jadi gimana menurut pendapat, Be-emers. Enaknya mulai bikin bisnis sampingan di bidang apa nih?