Minat Koleksi Saham Luar Negeri? Ini 3 Cara Mudah Investasi untuk Kamu

sumber: unsplash

sumber: unsplash

Banyak perusahaan luar negeri yang sahamnya menggiurkan. Siapa sih yang enggak tertarik koleksi saham seperti Microsoft, Google, Apple, dan lain sebagainya? 

Untuk kamu yang ingin membeli saham luar negeri ataupun bertujuan untuk melakukan diversifikasi portofolio, maka kamu bisa membuka sekuritas di luar negeri supaya bisa membeli saham-saham seperti Apple, Microsoft, Facebook, Tesla, dan lain sebagainya.

Dengan semakin banyak perusahaan yang bisa dipilih, maka semakin besar potensi sobat untuk memilih saham-saham terbaik.

Namun, kenapa sih kita harus investasi di luar negeri? Kenapa kita tidak dukung perusahaan indonesia saja? Nah, kalau kita bisa investasi di dua duanya, kenapa enggak? 

Baca Juga: Berbahayakah Membeli Saham IPO?

Beli saham luar negeri adalah salah satu cara untuk diversifikasi global. Dengan bisa melakukan pembelian saham di berbagai negara, kamu memiliki kesempatan diversifikasi portofolio, yang dalam situasi dunia penuh ketidakpastian menjadi sangat penting.

Contohnya, jika punya akses ke pasar dunia, kamu bisa dengan mudah memilih investasi di negara yang paling cepat recovery dari pandemi Covid-19.

Selain itu, kesempatan mendapat eksposur ke perusahaan teknologi. Karena dalam 10 tahun terakhir perusahaan teknologi atau sektor new ekonomi itu memiliki pertumbuhan yang paling tinggi.

Sedangkan di pasar saham indonesia, belum ada start up besar yang IPO. Jadi, supaya kita tidak ketinggalan kesempatan dan perkembangan dari sektor teknologi.

Ada beberapa 3 cara untuk membeli investasi saham di luar negeri. Kali ini, kita bahas 3 cara untuk beli saham perusahaan luar negeri. Ketiganya tentu saja punya kelebihan dan kekurangan masing masing. 

Tetapi, untuk membuka sekuritas di luar negeri tidaklah mudah karena berbagai persyaratan yang sulit dan berbeda beda tiap broker.

Ada yang butuh harus punya permanent resident di negara tempat sekuritas itu beroperasi, passpor, rekam jejak tagihan bulanan dan lain lain kembali lagi pada aturan masing masing broker. Berikut 3 cara beli saham di luar negeri:

1. Daftar broker Internasional

Cara beli saham dari broker internasional tidak berbeda seperti beli saham di dalam negeri. Mayoritas broker saham di Luar Negeri tidak menerima nasabah dari luar negara mereka beroperasi. Tetapi ada beberapa broker yang tetap menerimanya. Cara yang pertama yaitu pilih broker online. 

Banyak broker online internasional yang dapat digunakan di Indonesia dan terpercaya. Contohnya yang populer ada Robinhood, eToro, Interactive Broker, Pluang, dan lain lain. Kemudian, daftar dan bikin akun di sekuritas tersebut. Top up ke rekening saham tersebut kemudian kamu sudah bisa transaksi jual beli saham.

Namun, ada hal yang berbeda dibandingin sama bikin akun sekuritas di Indonesia. Untuk membuat akun rekening saham di luar negeri, terutama Amerika Serikat, kamu perlu mengisi formulir terkait pelaporan dan pemotongan pajak di Amerika untuk warga negara asing.

Jadi, kalau di Amerika, warga negara asing akan dikenakan pajak yang lumayan besar yaitu sekitar 30 persen dari penghasilan yang mereka terima dari hasil investasi atau keuntungan bisnis di Amerika. 

Jangan lupa bahwa setiap broket punya kebijakan masing masing. Kamu harus melengkapi semua persyaratan mengenai data diri yang berlaku agar akunmu bisa lebih cepat diterima.

Semua persyaratan berupa data diri lengkap itu demi keamanan dan kepercayaan antara investor dan broker. Jika data diri dan persyaratan sudah lengkap dan rekening saham sudah diterima, maka kamu sudah siap bertransaksi.
 

2. Reksa dana Portofolio Saham Luar Negeri

Cara kedua adalah beli reksa dana dari manajer investasi indonesia yang sebagian portofolionya adalah saham luar negeri. Ada beberapa portofolio reksa dana yang isinya adalah saham saham perusahaan luar negeri.

Contohnya, Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar yang isi portofolionya termasuk Alibaba, Apple, Facebook, Nike, Microsoft, dan lain lain.
 
Namun memang kekurangannya adalah kita tidak bisa membeli sahamnya satuan, harus satu paket dalam bentuk produk reksa dana. Tapi tenang aja, harganya bisa jauh lebih murah dibanding beli semua sahamnya satuan.

Metode ini adalah metode paling mudah karena kamu tidak perlu membuat akun rekening saham luar negeri. Selain itu, regulasi dan aturan reksa dana juga lebih jelas dan aman karena sudah diawasi dan dilindungi oleh OJK. 

Kamu tinggal beli produk reksa dana di aplikasi populer yang sudah tersedia seperti bareksa, bibit, ajaib, dan lain lain. Jika kamu berminat membeli produk investasi reksa dana, jangan lupa cek portofolio investasi reksa dana yang kamu beli. Jangan hanya asal beli tapi tidak tahu produknya apa saja. 
 

3. Membeli CFD

Contract for Difference (CFD) adalah semacam kontrak perjanjian antara investor dengan broker. Kontrak ini melibatkan trading perubahan harga aset keuangan (seperti saham, indeks, mata uang, komoditas, dan lain-lain) dari saat kontrak CFD dagangan dibuka hingga saat ia disimpulkan.

CFD adalah derivatif kerana nilainya didasarkan pada harga suatu aset tertentu misalnya Indeks saham, komoditas atau pasaran

Jadi, CFD adalah kontrak perjanjian antara kamu dengan perusahaan broker yang dimana isinya adalah pembelian aset keuangan yang nilainya mengikuti atau berpatok pada aset tertentu.

Jadi jika harga aset tersebut naik atau turun, investor bisa menjual kembali kontrak perjanjian CFD tersebut kepada broker dan broker akan membeli surat tersebut sesuai dengan harga aset yang dijadikan patokan. 

Dari penjelasan tersebut, sebenarnya kamu tidak membeli saham tersebut secara langsung, melainkan kamu membeli surat kontrak yang harganya dipatok dengan pergerakan nilai saham tertentu. 

Yang perlu kamu ketahui, metode CFD ini tidak diregulasikan secara resmi di Amerika. Bahkan, instrumen investasi ini ilegal di beberapa negara. Sedangkan di indonesia sendiri belum ada regulasi atau aturan dari OJK, KSEI maupun BAPPEBTI mengenai instrumen investasi ini.

Artinya, instrumen ini tidak ada pengawasan yang ketat dari lembaga pengawas keuangan, sehingga perjanjian ini  mengandalkan kepercayaan investor kepada broker dan surat perjanjian tersebut berlaku antara investor dan broker. 

Koleksi saham di perusahaan luar negeri maupun dalam negeri, pastikan kamu memilih instrumen dan broker yang aman dan terpercaya ya, jangan sampai asal asalan pilih tanpa tau asal usul atau aturannya.