Ritel Berdarah-darah, Matahari dan Department Store Lainnya Tutup Gerai

Matahari Departement Store ( Sumber : voi.id )

Matahari Departement Store ( Sumber : voi.id )


Pandemi yang tak kunjung usai, membuat sektor bisnis ritel menjadi berdarah-darah. Bagaimana tidak? Perusahaan biasa saja sulit untuk mengelola keuangan, apalagi perusahaan ritel yang harus mengurus puluhan cabang.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menyatakan bahwa ritel besar memang sulit bertahan di masa pandemi karena biaya operasional yang begitu mahal, sehingga banyak yang menutup gerai.

Ritel supermarket ternama Giant mulai menutup gerainya di beberapa wilayah. Baru-baru ini, kabar serupa datang dari Departement Store Matahari yang akan tutup gerai. Lantas, department store apa sajakah yang bernasib serupa? Ini dia deretannya!
 

Matahari

Department Store Raksasa, Matahari, menyampaikan bahwa mereka akan menutup 13 gerai nya pada tahun 2021 ini. Niraj Jain, Chief Financial Officer (CFO), menjelaskan bahwa 13 gerai itu merupakan bagian dari 23 gerai yang kinerjanya kurang menghasilkan.

Niraj menilai bahwa 23 gerai itu menghambat kinerja keuangan PT. Matahari Department Store Tbk (LPPF). Sehingga, selain menutup 13 gerai, kinerja 10 gerai sisanya akan masuk pemantauan ketat dari perusahaan ritel tersebut.

Oleh karena itu, bukan tak mungkin nantinya 10 gerai tersebut juga akan ditutup bila kurang menghasilkan. Rencana penutupan 13 gerai itu akan membuat jumlah gerai yang dimiliki Matahari nantinya tersisa 134 gerai.


Keputusan ini diambil setelah melihat kinerja keuangan yang terpuruk sejak pandemi covid-19 melanda pada tahun lalu hingga kuartal I 2021 ini. Diketahui, kerugian pada kuartal I 2021 meningkat Rp. 1 Miliar dibanding periode sama di tahun lalu.

Selain itu, pendapatan bersih perusahaan juga menurun drastis sebesar 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut juga dipengaruhi kebijakan pembatasan sosial PSBB serta pembatasan kegiatan PPKM yang diterapkan pemerintah.

Tak hanya Matahari yang berdarah-darah, perusahaan ritel lainnya juga merasakan hal yang sama. Banyak dari mereka yang juga terpaksa menutup gerai nya karena tak sanggup menanggung kerugian akibat pandemi ini. 

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Matahari Department Store Justru Bakal Tutup 6 Gerai! Kenapa Ya?
 

Centro

Perusahaan ritel asal negeri jiran ini juga dikabarkan kesulitan untuk bertahan. Dari 15 gerai nya di Indonesia, Parkson Retail Asia Ltd memutuskan untuk menutup gerainya di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta pada pertengahan Maret 2021 lalu.

Tutupnya gerai yang telah berdiri selama 15 tahun itu akibat gugatan pailit yang dilayangkan oleh para perusahaan pemasoknya di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Gugatan itu didaftarkan atas nama PT Tozy Sentosa, pengelola Centro Department Store di Indonesia.

Setelah tutupnya gerai di Plaza Ambarrukmo, lagi-lagi gugatan yang dilayangkan pada 3 Maret 2021 itu membuat Cetro dikabarkan juga akan menutup gerainya di Bintaro Xchange, Tangsel, Banten. Lantas, apakah 13 gerai lainnya di Indonesia juga akan bernasib sama?


Ramayana

Nasib serupa juga dialami PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS). Pada 2020 lalu, kabar tutupnya gerai Ramayana Department Store di City Plaza Depok membuat heboh. Hal ini karena video PHK 84 karyawan Ramayana tersebar di media sosial.

Berdasarkan detik.com, PHK karyawan dilakukan karena perusahaan memang akan menutup sementara gerai di City Plaza Depok mulai April 2020. Hal itu disebabkan gerai tersebut tak lagi dapat bertahan akibat omzet yang terus menurun saat covid-19 melanda.

Itulah deretan department store yang terpaksa menutup gerai nya akibat pandemi covid-19 di Indonesia. Kini, covid-19 mulai “teratasi” dengan adanya vaksin. Akankah mereka dapat bertahan, atau justru semakin banyak gerai yang akan ditutup?