Kenalan Yuk sama Bahlil Lahadalia, Mantan Supir Angkot yang Kini Jadi Menteri Investasi

Bahlil Lahadalia (Sumber: bisniscom)

Bahlil Lahadalia (Sumber: bisniscom)

Like

Presiden Joko Widodo telah resmi melantik menteri baru dari Kementerian Investasi, yang merupakan perubahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pada pelantikan yang dilakukan Rabu (28/04/21) kemarin, Jokowi melantik Bahlil Lahadalia yang dipercaya mengawal investasi di Indonesia sejak 23 Oktober 2019 lalu sebagai kepala BKPM. 

Sebagai menteri investasi, tugas baru Bahlil salah satunya menumbuhkan investasi dalam negeri dan soal kewenangan mengenai perizinan investasi yang sebelumnya ditangani oleh kementerian lain. Dipercaya sebagai pemegang kewenangan tersebut, Bahlil punya latar belakang sebagai pengusaha dan meniti karir dari nol.

Pria kelahiran maluku tengah ini terbilang penuh perjuangan semasa kecilnya ketika tinggal di Papua.

Terlahir dari ayah yang bekerja sebagai tukang pikul dan ibu sebagai tukang cuci, Bahlil sendiri juga pernah jadi tukang pikul, supir angkot, dan penjual kue saat masih bersekolah. Kondisi tersebut diakuinya tidak pernah membuatnya malu dan justru membuatnya mandiri dan bertekad kuat untuk sukses.

Setelah lulus sekolah, ia bertekad memutuskan pergi ke Jayapura untuk kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura, Papua.


Sadar tak memiliki uang, ia enggak mudah menyerah. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sambil kuliah dengan menjadi tukang pikul dan tukang dorong gerobak di pasar. 

Bahlil juga aktif menjadi aktivis saat masih menjadi mahasiswa. Karena pergerakannya saat menjadi aktivis itu, ia sering kali keluar masuk bui dan merasa menderita. Pada 2003, ia ikut bergabung di organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. 

Bahlil bercerita pernah menjadi pegawai kontrak asuransi. Hingga akhirnya, dia ditawari temannya membangun perusahaan konsultan keuangan. Dari situ dia menjalani karir mulai dari karyawan biasa.

Namun, ia memutuskan untuk keluar lalu mendirikan perusahaannya sendiri yakni PT Rifa Capital dengan gaji Rp 35 juta di usia yang masih 25 tahun. PT Rifa Capital tersebut memiliki cabang di berbagai pulau di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Dengan pengalamannya sebagai pengusaha, Bahlil juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) periode 2015–2019. 

Di dunia politik, Bahlil Lahadalia juga pernah bergabung sebagai kader Partai Golkar. Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim kampanye nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf. Sampai akhirnya, Bahlil dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha dan dianggap bisa menyelesaikan masalah, Bahlil kemudian dipercaya sebagai pembantu presiden untuk mengurus investasi.

Kita tunggu gebrakannya ya pak Bahlil!

Baca Juga: 
Balik Lagi Jadi Komisaris Tokopedia, Seperti Apa Misi Wishnutama Selanjutnya?