Begini Kata Warren Buffet Soal Kesalahannya di Berkshire Hathaway, Hingga Investasi Saham Teknologi

Warren Buffett Akui Kesalahan Investasi Bekshire Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Warren Buffett Akui Kesalahan Investasi Bekshire Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Nama Warren Buffet sebagai investor senior memang sudah enggak diragukan lagi. Namun kali ini, salah satu orang paling kaya di dunia itu kembali hangat diperbincangkan seiring dengan pengakuan kesalahannya di Berkshire Hathaway.

Pada 1 May 2021, dalam pertemuan pemegang saham virtual Berkshire Hathaway dengan Charlie Munger, Warren Buffett menuai perhatian publik. Ia pun membicarakan banyak hal tentang investasi, termasuk investasi di saham teknologi.

Meski begitu, Warren Buffet justru enggak menunjukkan ketertarikan pada investasi di aset kripto, seperti halnya Bitcoin. Padahal, investasi aset kripto sedang naik daun beberapa waktu belakangan ini.

Baca Juga: Berikut Saham Terbaik Warren Buffett Selama Satu Dekade
 

Rajin Buyback & Kesalahan Warren Buffet dalam Investasi Berkshire Hathaway

Berkshire Hathaway Inc. merupakan perusahaan sumber cuan milik Warren Buffett. Di kuartal pertama 2021, Berkshire Hathaway Inc. meraih kinerja yang cukup cemerlang lho!

Perusahaan multinasional itu mampu mencatatkan pendapatan operasional US$7,018 miliar! Pendapatan tersebut naik 20 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Laba bersih Berkshire Hathaway Inc. pun tercatat sebesar US$11,71 miliar di kuartal I/2021. Nah seiring dengan hal itu, rupanya Berkshire Hathaway Inc. juga jadi rajin buyback saham nih, Be-emers.

Dilansir Bloomberg, tercatat, di kuartal ketiga dan keempat 2020, perusahaan Warren Buffett tersebut melakukan buyback masing-masing sebesar US$9 miliar. Sedangkan di kuartal pertama 2021, Berkshire juga melakukan buyback sebesar US$6,6 miliar.

Di sisi lain, Buffett juga mengakui kesalahannya dalam investasi Berkshire Hathaway lho, Be-emers. Selama ini, diketahui Buffett selalu menjauh dari saham teknologi selama bertahun-tahun dengan alasan enggak memahami model bisnis mereka.

Meskipun, Berkshire memiliki lebih dari 5 persen saham Apple Inc. Soalnya, selama ini Buffett enggak pernah lho mendeskripsikan Apple dalam istilah teknologi.

Namun, Buffett mengakui bahwa ia telah menjual beberapa saham Apple tahun lalu. Buffett pun menyebut hal itu sebagai sebuah kesalahan!

Warren Buffett mengakui, Apple memiliki manajemen yang fantastis dan produk yang sangat disukai orang. Ia pun merasa bahwa dirinya telah memahami Apple dan masa depannya dengan konsumen di seluruh dunia.

Meski begitu, Warren Buffett juga dikenal sering mengakui kesalahannya. Pria kelahiran 1930 itu mengaku belajar banyak dari usaha perawatan kesehatan yang gagal dengan JPMorgan Chase & Co. dan Amazon sebelumnya.

 

Warren Buffett Akui Kesalahan Investasi Bekshire Illustration Web Bisnis Muda

Warren Buffett Akui Kesalahan Investasi Bekshire Illustration Web Bisnis Muda - Canva

 

Pilih Saham yang Sukses Itu Cukup Sulit

Dalam pertemuan pemegang saham virtual Berkshire Hathaway dengan Charlie Munger, Buffett juga menyampaikan banyak hal soal  kecerdasan dalam investasi.

Buffett menilai, memilih saham yang sukses sebenarnya cukup sulit.. Dari 20 saham berkapitalisasi pasar terbesar di dunia, lima perusahaan ini menduduki posisi teratas, seperti:
  • Apple Inc.
  • Microsoft Corp.
  • Amazon.com  Inc.
  • Induk Google Alphabet Inc.
  • Facebook Inc.

Walaupun ada banyak perusahaan teknologi yang menguasai pasar, tapi Warren Buffett menilai, kamu tetap harus memilih pemenang dalam industri tersebut. Soalnya, masa depan soal teknologi aja enggak cukup.

Menurutnya, ada lebih banyak hal untuk memilih saham daripada mencari tahu apa yang akan terjadi di industri yang luar biasa di masa depan.

Baca Juga: Ini Rahasia Warren Buffet Sukses Berinvestasi Sejak Umur 11 Tahun
 

Kadang Investasi Terbaik Ada di Diri Sendiri

Bagi Warren Buffett, terkadang, investasi terbaik ada pada diri kamu sendiri. Atau setidaknya, dalam hal yang paling kamu ketahui.

Misalnya, aksi buyback yang dilakukan Buffett, yakni sekitar US$6,6 miliar saham Berkshire selama kuartal pertama tahun ini. Bagi Buffett, aksi tersebut pada dasarnya dilakukan sebagai tipu muslihat akuntansi, yang dilakukan untuk menurunkan harga saham, dan sering kali dilakukan tanpa disiplin harga yang cukup.

Jadi, dengan aksi buyback tersebut, Buffett merasa sudah melakukan investasi terbaiknya. Selain itu, Buffett juga terkenal sebagai sosok investor yang ceria dan optimis.

Adapun, dilansir Bloomberg, penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang optimis memiliki kualitas hidup yang lebih baik daripada orang yang pesimis lho!