Mengenal Bisnis Musiman, Menguntungkan Enggak Ya?

Bisnis Musiman Illustration Bisnis Muda - Canva

Bisnis Musiman Illustration Bisnis Muda - Canva

Like

Momen-momen seperti Idul Fitri, Ramadhan, Natal, hingga musim penghujan, jadi peluang yang tepat bagi sebagian orang untuk menjalani bisnis. Sejumlah bisnis yang dilakukan di momen atau musim tertentu ini biasa disebut Seasonal Business atau bisnis musiman.

Dilansir dari Inc., dalam dunia bisnis, terdapat sejumlah tipe usaha yang beroperasi dengan basis musiman, ketimbang bisnis lainnya yang terus beroperasi sepanjang tahun. Bisnis musiman ini merupakan istilah yang mengacu pada fluktuasi bisnis yang sesuai dengan perubahan musim.

Dalam konteks ini, bisnis musiman yakni bisnis yang dijalankan di waktu tertentu seperti:
  • Musim dalam setahun dan perubahan cuaca
  • Liburan
  • Acara tahunan/bulanan

Menurut Inc., ada sejumlah peristiwa yang dapat diprediksi dan dapat mempengaruhi penjualan di setiap bulan dalam setahun. Misalnya, kalau di Indonesia, bulan Ramadhan dan momen Idul Fitri tentu jadi peluang cuan yang bisa diprediksi oleh pelaku bisnis musiman.

 

Hampers Bisnis Musiman Illustration Bisnis Muda - Canva

Hampers Bisnis Musiman Illustration Bisnis Muda - Canva

 

Lalu, Apa yang Dilakukan Bisnis Musiman di “Waktu Kosong”?

Memang sih, kadang menjalani bisnis musiman kerap mengalami fluktuasi. Untuk bisnis yang benar-benar musiman, kadang ada situasi di luar kendali bisnis yang menyebabkan penjualan berfluktuasi liar setiap tahun lho.

Misalnya saat pandemi Covid-19, bisnis musiman seperti penjual tiket konser, sempat mengalami fluktuasi saat sejumlah pementasan terpaksa ditiadakan atau ditunda.


Meski begitu, bisnis tersebut juga sebenarnya bisa menghasilkan profit alias cuan yang lumayan besar lho! Soalnya, sejumlah bisnis juga bisa menggunakan ketidakpastian ini untuk keuntungan, seperti menawarkan promosi penjualan unik atau melakukan diversifikasi bisnis.

Jika memungkinkan, bisnis yang sangat bergantung pada satu musim, bisa mencoba untuk setidaknya menghasilkan uang selama masa-masa di luar musim jualannya. Seperti penjual jas hujan, di saat musim kemarau bisa mencoba peluang cuan lainnya dengan berjualan sunscreen.

Baca Juga: Masuk Musim Hujan, Bikin Usaha Jas Hujan Custom Yuk!

 

Bisnis Musiman Illustration Bisnis Muda - Canva

Nastar Bisnis Musiman Illustration Bisnis Muda - Canva

 

Cuan Menjalani Bisnis Musiman

Dalam dunia bisnis yang benar-benar musiman, dikutip Inc., ada sejumlah faktor yang bisa diambil untuk memastikan kesuksesan yang lebih besar nih, Be-emers. Dua faktor terpenting yakni mengelola arus kas dan mempekerjakan karyawan yang tepat.
 

Manajemen Arus Kas

Manajemen arus kas penting untuk bisnis apa pun. Namun, bagi bisnis yang arus kasnya berfluktuasi secara dramatis dari satu periode ke periode berikutnya, perbaikan arus kas jadi hal yang krusial.

Sebenarnya sih, manajemen arus kas enggak harus rumit lho. Sederhananya, manajemen arus kas adalah tentang mengatur waktu arus masuk dan arus kas keluar.

Bisnis musiman dinilai bisa mengantisipasi arus masuk yang lebih banyak selama satu periode dibandingkan periode lainnya. Kuncinya satu, kamu harus bisa mencocokkan arus keluar ke periode yang sama sebanyak mungkin dan membuat cadangan untuk digunakan selama musim yang sepi.
 

Bekerja dengan Karyawan yang Tepat

Kunci suksesnya suatu bisnis juga bisa tergantung dari karyawan yang bekerjasama dengan kamu lho, Be-emers. Apalagi, di bisnis musiman, yang mana kamu harus membayar dengan baik dan menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Beda dengan bisnis pada umumnya, karyawan bisnis musiman kamu tentunya perlu pemahaman soal bisnis musiman itu sendiri. Dengan begitu, karyawan merasa lebih penting dan merasa jadi bagian penting dari bisnis.

Selain itu, hal tersebut juga bisa membantu karyawan mengidentifikasi waktu terbaik untuk berlibur atau mencari tambahan penghasilan lainnya, tapi tetap loyal terhadap bisnis yang kamu jalani.

Menurut Inc., ada dua tipe yang bisa kamu rekrut sebagai karyawan dalam bisnis musiman: pelajar/mahasiswa dan pensiunan yang masih ingin produktif menjalani kegiatan usaha.

Alasannya, pelajar atau mahasiswa punya musim liburan yang rutin dan biasanya waktu libur mereka cocok dengan periode bisnis musiman. Selain itu, mereka juga punya motivasi untuk mendapatkan uang tambahan sekaligus pengalaman.

Sementara itu, pensiunan cenderung menjadi karyawan yang baik karena mereka mungkin memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidangnya, tapi mereka enggak mau lagi kerja penuh waktu.

Dikutip dari Forbes, ada juga sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh bisnis musiman untuk bisa menjalani usaha secara berkelanjutan:
  • Uang yang masuk harus bertahan sepanjang tahun.
  • Prediksi biaya bisnis adalah suatu kebutuhan.
  • Keberlanjutan bisa diciptakan pada saat-saat terburuk sekalipun, dengan melihat banyaknya peluang.

Nah, kamu tertarik untuk menjalani bisnis musiman enggak, Be-emers? Atau, pengalaman paling tak terlupakan apa selama menjalani bisnis musiman?

Nonton juga yuk video soal bisnis musiman kayak Sirup Marjan berikut ini
 

Jangan lupa like, comment, subscribe, dan share ke teman-teman kamu ya!