Sering Dialami Investor Pemula, Ini Bahaya FOMO!

Pria terkejut ( sumber : freepik )

Pria terkejut ( sumber : freepik )

Investasi kini semakin mudah dengan kemajuan teknologi. Mulai dari kemudahan transaksi hingga kemunculan investasi berbasis digital seperti mata uang kripto yang mampu menarik minat masyarakat. 

Eksistensi kripto nampaknya tak perlu diragukan lagi, terutama di kalangan generasi muda. Pasalnya, mereka sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi sehingga kehadiran kripto yang berbasis digital ini tidak menjadi hambatan.

Apalagi, peranan media sosial juga turut mendongkrak popularitas kripto lho. Selain membuat orang yang enggak tahu menjadi tahu, juga bisa mendorong untuk ikutan nyemplung ke kripto dan membeli kripto tertentu yang namanya sedang “populer” dibicarakan.

Sikap “ikut-ikutan” beli suatu instrumen investasi sebenernya udah ada sebelum berkembangnya media sosial. Namun, memang media sosial memang memberi pengaruh yang besar juga terhadap sikap tersebut.

Tak hanya berlaku di kripto, ternyata sikap tersebut juga berlaku di investasi lainnya loh. Yuk kenalan sama sindrom FOMO, sindrom yang sering muncul di dunia investasi.
 

Apa Sih FOMO?

Apakah motivasi anda untuk investasi? Apakah karena anda melihat dan memahami peluang dari investasi tersebut? atau justru karena sekedar mengikuti tren?

Bila anda memilih alasan kedua, bisa jadi anda sebenarnya terkena sindrom FOMO. Akronim dari Fear of Missing Out itu sering banget dikaitkan sama fenomena investasi terutama pada aset saham dan kripto, nih. 

Secara harfiah, FOMO berarti takut ketinggalan sama hal-hal baru. Umumnya, penderita FOMO akan sering merasa cemas, takut, dan khawatir tertinggal hal-hal baru yang sedang tren dan sebisa mungkin mengikuti tren yang ada.

Bagi penderita FOMO, kegagalan mengikuti tren bisa mendorong rasa tidak puas terhadap hidupnya dibandingkan orang lain, dikutip dari klikdokter. Umumnya, para pemula di dunia investasi yang terkena FOMO.

Hal ini karena, umumnya para pemula mudah termakan oleh tren. Pengetahuan yang masih kurang dan belum adanya pengalaman bisa menjadi penyebab para pemula mudah termakan aset yang “digoreng” sedemikian rupa.
 

Bahaya FOMO dalam Investasi

Berdasarkan arti FOMO, maka FOMO merupakan sikap yang harus dihindari nih. Sikap “ikut-ikutan” tersebut bisa membawa banyak dampak negatif, terutama bila FOMO dalam hal investasi. Ini beberapa bahaya FOMO!

Harganya nyangkut di puncak. Biasanya, aset yang sedang tren harganya akan melejit. Nah, jangan sampai anda terjebak ya. Pada saat seperti ini, bila anda FOMO dan membeli aset tersebut tanpa melakukan analisa terlebih dahulu, bisa berbahaya loh.

Anda akan kesulitan untuk menjual aset tersebut dan terpaksa untuk hold hingga harganya kembali normal. Sayangnya, aset FOMO biasanya butuh waktu lama buat balik ke harga normal nih. Jadi, dana anda akan stuck di aset itu.

Berisiko membeli aset yang kurang bagus. Ini juga menjadi bahaya lain dari FOMO nih. Bila sekedar FOMO dan tidak menganalisa kinerjanya, besar kemungkinan anda akan membeli aset yang kurang bagus.

Nah, setelah udah enggak tren, bisa-bisa aset yang anda beli harganya justru anjlok karena ternyata sedari awal kinerjanya enggak bagus tetapi tertutupi oleh hype aja nih. Bukannya cuan, malah boncos!
 

Cara Antisipasi FOMO

Membiasakan diri berpikir kritis. Bila terbiasa untuk berpikir kritis, dijamin anda akan terhindar dari sikap FOMO. Dengan terbiasa berpikir kritis, anda bisa lebih bijak dan berhati-hati sebelum membeli aset investasi tertentu.

Selain itu, anda juga akan bisa memilah informasi dengan teliti. Pasalnya, di era media sosial ini informasi yang beredar sering tak terfilter dan oknum dapat dengan mudah menyebarkan hoaks. Sehingga, kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan.

Fokus pada diri sendiri dibanding kehidupan orang lain. Hal ini juga bisa menghindari anda dari FOMO karna pada dasarnya sikap FOMO merupakan rasa iri dengan kehidupan orang lain yang tak dimiliki.

Sehingga, bila anda telah mengubah fokus pada diri sendiri, maka anda akan lebih percaya diri dan bersyukur dengan kehidupan anda. Akhirnya, anda tidak akan tergiur dengan sesuatu hanya karena orang lain memilikinya.

Nah, setelah mengetahui FOMO, semoga anda bisa terhindar dari FOMO ya!