Bagaimana Menurut Pengamat Retail Mengenai Tutupnya Giant?

Sumber Gambar : twitter.com

Sumber Gambar : twitter.com


PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memutuskan akan menutup seluruh gerai Giant yang ada di Indonesia mulai akhir Juli 2021 mendatang.

Perseroan berencana akan fokus mengembangkan usaha ke ranah IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Lalu bagaimana dengan nasib para pegawai Giant?

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku mendapat informasi dari Serikat Pekerja Hero Group dan Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia bahwa akan ada terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK atas 3.000 pekerja. Oleh karena itu, ia meminta pimpinan perusahaan merundingkan permasalahan tersebut dengan serikat pekerja.

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall mengatakan akan berkomunikasi lebih lanjut dengan para karyawan yang terdampak penutupan tersebut.

“Kami akan memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan kami yang terdampak oleh perubahan ini akan berlangsung dengan penuh empati dan rasa hormat,” kata Patrik dalam keterangannya (26/5).


Menurutnya, keputusan untuk menutup seluruh gerai Giant merupakan keputusan bisnis demi kepentingan jangka panjang perseroan. 

Baca Juga: Giant Tutup, Ini Penyebab Hingga Nasib Karyawannya

“Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan,” katanya.

Selanjutnya menurut Pengamat retail Yongky Susilo, keputusan menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021 mendatang adalah imbas dari rentetan perubahan perilaku konsumen dalam kurun waktu belakangan ini. 

Perubahan perilaku konsumen khususnya kelas menengah atas yang bergeser dari semula mengunjungi toko berformat besar menjadi gerai yang lebih kecil tapi tak diikuti dengan inovasi hipermarket.

Yongky pun berpesan soal pentingnya lokasi kepada PT Hero Supermarket Tbk. yang berencana mengalihkan bekas gerai-gerai Giant menjadi IKEA atau Hero Supermarket. Jika lokasi bekas Giant di area dengan masyarakat mayoritas menengah ke bawah, tentu tidak bisa untuk diubah menjadi Hero Supermarket.

Begitu juga jika ingin menyulap gerai Giant menjadi IKEA perlu studi daya beli masyarakat yang mendalam. "Kalau (daya beli masyarakat) terlalu rendah, masyarakat hanya datang untuk jalan-jalan di dalam toko,” kata dia.

Menurut Yongky, Hero Supermarket punya kesempatan besar untuk mengubah gerai Giant ke format yang lebih menguntungkan karena target pasarnya adalah masyarakat menengah ke atas. Oleh karena itu, lokasi yang harus dipilih adalah yang berdekatan dengan kelompok masyarakat menengah ke atas dan harus mampu bersaing dengan format supermarket yang mereknya sedang naik daun.