Ekonomi FOMO Bikin Kamu Tajir Enggak Ya? Ini Faktor dan Efeknya

Ekonomi FOMO Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Ekonomi FOMO Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Belakangan, lagi tren banget nih istilah FOMO (Fear of Missing Out), alias takut ketinggalan sesuatu yang lagi tren. Namun, sebenarnya dengan mengikuti pola ekonomi FOMO, kamu bakal tajir enggak sih?

Enggak cuma dalam hal yang sifatnya konsumtif, FOMO juga eksis di dunia investasi nih, Be-emers. Mulai dari FOMO investasi saham, hingga kripto.

Hal itu terjadi seiring adanya gejolak pasar, baik bursa saham maupun kripto, yang berhasil menarik perhatian investor serta trader untuk mendapatkan cuan.

Misalnya nih, dilansir Bloomberg, seorang trader dan investor miliarder bernama Stanley Druckenmiller pernah membeli Bitcoin setelah melihat harganya naik dan merasa takut ketinggalan a.k.a FOMO. Namun, ia justru mengaku seperti orang bodoh saat melakukan hal itu.

Saat itu, Stanley menguangkan sebagian dari investasinya di Bitcoin,yakni sebesar US$20 juta setelah harganya melonjak. Padahal, ia menyadari kalau dirinya enggak menginginkan hal itu terjadi.

Namun, gara-gara banyak orang menjual aset kriptonya, Stanley malah ikut-ikutan. Uniknya, hal itu bukan yang pertama kali ia lakukan.

Dikutip Bloomberg, di tahun 1999, Stanley rela mengoleksi saham teknologi senilai US$6 miliar, hanya untuk kehilangan US$3 miliar dalam enam minggu kemudian.

Begitu juga di di ranah saham, melonjaknya saham seperti GameStop beberapa waktu lalu juga bagian dari FOMO lho.

Baca Juga: Sering Dialami Investor Pemula, Ini Bahaya FOMO!
 

Faktor Tekanan Lingkungan

Memang sih, tekanan untuk mengikuti tetangga, teman, dan media sosial kadang sulit banget buat ditahan. Apalagi di media sosial, tak jarang, banyak orang yang suka memamerkan hasil cuannya.

Makanya, apa yang dirasakan oleh Stanley juga bisa jadi dirasakan oleh investor kecil dan pemula. Kamu salah satunya enggak nih, Be-emers?

 

Ekonomi FOMO Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Ekonomi FOMO Illustration Web Bisnis Muda - Canva

 

Efek Menjalani Ekonomi FOMO

Bloomberg mencatat, saat ini, generasi baru trader saham telah mengetahui kehancuran pasar hanya sebagai peluang beli yang berumur pendek. Di satu sisi, hal itu juga mengarah ke rekor kenaikan pembukaan rekening pialang lho.

Efek riaknya membuat gelombang FOMO saat ini menjadi fenomena ekonomi yang luas. Bahkan, dilansir Bloomberg, penasihat keuangan berada di bawah tekanan untuk berbicara tentang kripto dengan klien mereka dan takut terlihat “bodoh” karena enggak mau dianggap ketinggalan tren.

Di sisi lain, sangat gampang juga buat para selebritis dan influencer menggembar-gemborkan skema kripto dan keuntungannya. Bahkan, di Indonesia sendiri, sempat heboh sejumlah selebriti yang dinilai melakukan “pom-pom” saham dan mengajak pengikut serta penggemarnya untuk berinvestasi.

Memang sih, jumlah investor di pasar bakal bertambah dan cukup baik untuk mengajak orang memulai investasi. Sayangnya, hal itu enggak diiringi dengan edukasi saham itu sendiri nih, Be-emers.

Baca Juga: BEI Panggil Raffi Ahmad & Public Figure Lainnya Terkait Pompom Saham

Nah, kamu sendiri termasuk kategori FOMO atau enggak nih, Be-emers?


Nonton Juga Yuk Video soal FOMO berikut ini

 


Jangan lupa like, comment, subscribe, dan share ke teman-teman kamu ya!