Begini Cara China Menyaingi Pengaruh Elon Musk di Pasar Kripto yang Bergejolak

Kripto VS China Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Kripto VS China Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Elon Musk memang menjadi salah satu tokoh yang cukup banyak berpengaruh dalam pergerakan pasar kripto. Namun, kali ini China telah membuat dampak yang lebih jauh di pasar kripto yang tengah bergejolak.

Memang, Elon Musk pernah mengambil keputusan untuk menolak Bitcoin dalam setiap transaksi Tesla hingga adanya sentimen Bitcoin yang enggak ramah lingkungan. Dampaknya, harga Bitcoin langsung terjun seiring dengan kicauan Elon Musk itu.

Namun, ternyata itu belum seberapa, Be-emers. Kali ini, Bitcoin harus kembali babak belur akibat adanya gagasan dan tindakan keras China.

Dilaporkan The Washington Post, China memutuskan untuk melarang perdagangan Bitcoin di bursa domestik, hingga menekan penambang mata uang digital yang memakan daya!

Semua itu dilakukan karena regulator China mencoba untuk mengurangi risiko terkait kenaikan stratosfer Bitcoin Cs selama bertahun-tahun.


Apalagi, para trader kini juga cukup cemas soal adanya kemungkinan yang akan datang ketika Presiden Xi Jinping berupaya mengurangi risiko keuangan dalam ekonomi dan memenuhi tujuan ambisius negara itu untuk memerangi perubahan iklim.

Baca Juga: Investasi Kripto, Halal atau Haram Sih?
 

China VS Aset Kripto

Sebenarnya di tahun 2017, dilansir The Washington Post, China mengatakan kepada bursa untuk menghentikan perdagangan cryptocurrency. Selain itu, regulator China juga melarang penawaran koin awal atau ICO, yang mana setara dengan penawaran umum perdana untuk mata uang virtual baru.

Enggak cukup sampai di situ, pemerintah China juga diketahui melarang lembaga keuangan dan penyedia layanan pembayaran untuk terlibat dalam perdagangan kripto. Bahkan, China juga sebenarnya telah mencegah penambangan Bitcoin.

Hal itu kembali ramai dan menjadi sentimen aset kripto, manakala Dewan Negara China menyerukan tindakan keras baru terhadap aktivitas penambangan dan perdagangan Bitcoin pada Mei 2021 lalu.

Terlebih, Bank sentral China memanggil pejabat dari bank-bank besar milik negara dan penyedia layanan pembayaran Alipay ke pertemuan pada bulan Juni untuk mengulangi larangan layanan terkait kripto. Tindakan tersebut pun dinilai menjadi sebuah tanda bahwa mereka mengawasi dengan cermat pergerakan kripto di China.

Meski begitu, hingga kini belum ada penjelasan secara eksplisit soal tindakan yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap Bitcoin dan kawan-kawannya. Namun, The Washington Post mencatat, tindakan pembersihan risiko dari pasar keuangan telah menjadi “mantra” pemerintah selama bertahun-tahun.

Hal itu bisa dilihat dari tindakan keras pemerintah China terhadap raksasa fintech termasuk Jack Ma's Ant Group Co. dan pekerjaan bank sentral untuk mengembangkan yuan digital. 

Sementara itu, mata uang digital juga menyediakan cara untuk memindahkan uang keluar dari China, yang mana berpotensi menambah arus keluar yang secara agresif telah diatur oleh para pejabat untuk membendungnya.

 

Kripto VS China Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Kripto VS China Illustration Web Bisnis Muda - Canva

 

Penambangan Kripto di China

Di sisi lain, untuk pertambangan kripto, pemerintah daerah semakin waspada terhadap konsumsi energi industri yang sangat besar. Soalnya, diketahui pemerintah Xi telah berjanji untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.

Belum lagi, pemerintah China juga sebagian khawatir bahwa penambangan kripto telah memicu lonjakan ekstraksi batubara ilegal, menyusul lonjakan kecelakaan mematikan tahun ini. Sementara, beberapa penambang kripto menghasilkan daya mereka sendiri dari jaringan.

Padahal, China mendominasi dunia dalam penambangan kripto lho! Hal itu dilakukan oleh sejumlah perusahaan seperti Bitmain, MicroBT, dan Canaan Inc..

Selain itu, The Washington Post juga menyebutkan kalau China merupakan rumah bagi sebagian besar penambang di planet ini! Berdasarkan data University of Cambridge, pada April 2020, China menyediakan 65 persen dari kekuatan komputasi dunia untuk penambangan Bitcoin lho!

Adapun, eksodus pemain kripto China telah berlangsung sejak 2017. Bitmain mendirikan operasi penambangan di AS dan Kanada, dan banyak penyedia layanan pertukaran dan dompet lokal telah mendirikan toko di tempat-tempat seperti Hong Kong dan Singapura.

Jadi, akankah Bitcoin Cs mampu melawan sentimen yang cukup besar dari China?