Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui Mengenai Bank Syariah

Ilustrasi Gambar Perbankan (Canva.com)

Ilustrasi Gambar Perbankan (Canva.com)


Bank Syariah adalah lembaga yang menjalankan berbagai aktivitas perbankan yang pada mulanya memiliki syariat Islam atau ada hukum Islamnya. Hukum tersebut pun tidak bisa dijalankan asal-asalan atau sembarangan, serta harus mengetahui apa maksudnya dan paham akan isinya.

Sejak 2021 awal, sejumlah bank syariah dalam negeri resmi menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dan sudah melakukan operasional hingga hari ini. Bank Syariah Indonesia yang merupakan dari hasil merger atau gabungan dari tiga bank syariah BUMN yakni Bank BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri.

Proses mergernya tidaklah mudah, BSI membutuhkan waktu hampir satu tahun, yang terhitung sejak 2020 pertama dimulainya. Proses yang dilalui untuk melakukan merger, antara lain due diligence, Penandatanganan akta penggabungan, penyampaian keterbukaan informasi, dan perolehan izin dari OJK.

Dilansir dari Bisnis.com Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik mengatakan untuk kasus Jusuf Hamka seharusnya sudah selesai dengan adanya permintaan maaf beliau. 

Adapun, Irfan justru berharap masyarakat ikut proaktif membuat bank syariah lebih kompetitif :


- Pertama, masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional. 
- Kedua, masyarakat perlu menyadari bahwa tidak semua sektor usaha dapat dibiayai oleh bank syariah. Hanya sektor - usaha yang sesuai syariah saja yg dapat dibiayai. 
- Ketiga, masyarakat perlu menyadari bahwa bank syariah memiliki DPS (Dewan Pengawas Syariah) yang menjalankan fungsi memastikan kesesuaian syariah dari praktek yang dilakukan bank syariah, sehingga tidak bisa bank dan nasabah bermain-main dengan akad syariah.
- Keempat, masyarakat juga perlu paham bahwa meningkatkan tabungan di bank syariah merupakan bagian dari meningkatkan daya saing bank syariah. Jika tabungan selama ini hanya sekadar tabungan berjangka, maka masyarakat harus lebih percaya menempatkan tabungan dan bertransaksi sehari-hari di bank syariah.

Dari merger-nya bank syariah ini, sebenarnya bisa mempermudah bagi para penggunanya, karena tidak perlu mencari cari Bank Syariah Mandiri atau BRI Syariah dan bahkan BNI Syariah, karena jika ingin melakukan transaksi sudah bisa melaluinya diantara bank-bank tersebut.

Baca Juga: Sebenarnya, Ada Apa Sih dengan Jusuf Hamka dan Bank Syariah?

Lalu, apa saja yang harus kalian ketahui mengenai BSI ini? Sebagai berikut  :

1. Migrasi Rekening Tabungan

Dalam uji coba merger bank syariah BUMN menjadi BSI melakukan pengawalan piloting atau uji coba yang melibatkan ketiga bank syariah, yaitu ada :

- Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Hasanudin yang bergabung pada Bank Syariah Mandiri
- Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat yang bergabung pada Bank Syariah
- Bank Syariah Indonesia KC Tangeran BSD City yang bergabung pada Bank BRI Syariah

bagi para nasabah yang membuka rekening pada bank tersebut, tidak sama sekali disulitkan, melainkan langsung dapat melakukan migrasi rekening dan kartu debit di salah satu dari tiga kantor cabang tersebut.

Tidak hanya itu, BSI juga membuatkan uang Elektronik, seperti

- E-money
- Kartu ATM dan
- Hasanah CARD

Uang elektronik berbasis kartu, seperti e-Money, Tapcash, dan Brizzi, masih dapat digunakan. Tidak ada sama sekali perubahan pada posisi saldo terakhir ataupun cara cek saldo dan cara pengisian saldo untuk uang elektroniknya.

Baca Juga: Investasi Saham Syariah, Kenapa Tidak?