Jepang Beri Izin Konsumsi Makanan Hasil Rekayasa Genetika

Tomat GABA Illustration Web Bisnis Muda - Hortidaily

Tomat GABA Illustration Web Bisnis Muda - Hortidaily


Untuk pertama kalinya makanan berbasis rekayasa genetika mendapat izin penjualan di Jepang dengan cara mengubah genom untuk dikonsumsi. Tomat GABA merupakan salah satu contoh dari hasil rekayasa genetika, yang diklaim lebih bermanfaat dibanding dengan tomat biasa pada umumnya.

Nippon Hoso Kyokai menyatakan bahwa tomat GABA memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi yang dikenal mampu membantu tekanan darah.
 

Nippon Hoso Kyokai Headquarters - Wikipedia

Nippon Hoso Kyokai Headquarters - Wikipedia


Makanan hasil perubahan genom ini hanya dapat dijual belikan apabila telah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan. Metode genom ini lebih aman dari makanan yang direkayasa secara genetika, karena varietas genom tidak menambahkan gen asing dengan metode konvensional.

Perusahaan pembibitan yang berbasis di Tokyo Sanatech Seed ini diberikan izin oleh Kementerian Kesehatan untuk menjual tomat dengan perubahan genom. Kemudian, para petani diberi kontrak untuk menanam varietas ini. 

Baca Juga: Meski Pandemi, Kekayaan 50 Orang Terkaya di Jepang Mampu Naik Nyaris 50% Lho!


Permintaan daring dari konsumen juga mulai diterima Sanatech Seed, karena tomat-tomat tersebut siap dipetik. Perusahaan memiliki rencana untuk menempelkan stiker bertuliskan “ditingkatkan dengan menggunakan teknologi perubahan genom” pada setiap paket tomat yang akan dikirim.

Kepala Sanatech Seed yang bernama Takeshita Tatsuo mengatakan bahwa tomat hasil percobaan genom mendapatkan reputasi yang baik dari orang-orang yang ambil bagian dalam uji coba penanaman.

Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan siap bertanggung jawab dengan cara mengambil tindakan pencegahan pada saat penjualan tomat tersebut.

Baca Juga: Kerja 4 Hari Lebih Produktif dan Sudah Dibuktikan oleh Microsoft Jepang Lho!