Telstra Akuisisi Digicel di Kawasan Pasifik, Mau Blokir China?

Telstra Akuisisi Digicel di Kawasan Pasifik Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Telstra Akuisisi Digicel di Kawasan Pasifik Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Perusahaan telekomunikasi asal Australia, Telstra Corporation Ltd. dikabarkan tengah mengakuisisi perusahaan jaringan telepon seluler Digicel. Menariknya, akuisisi itu disebut-sebut sebagai langkah untuk memblokir China nih, Be-emers.

Dilansir dari laman resminya, Telstra membangun dan mengoperasikan jaringan telekomunikasi dan memasarkan suara, seluler, akses internet, televisi berbayar, serta produk dan layanan lainnya.

Dilihat dari pangsa pasar, perusahaan yang eksis sejak Juli 1975 itu juga merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Australia. Bahkan, Telstra adalah operator nirkabel terbesar di Australia, dengan 18,8 juta pelanggan pada 2020 lho.

Baca Juga: Zoom Batal Akuisisi Five9, Kenapa Ya?
 

Akuisisi Digicel dan Blok Politik Terhadap Pengaruh China

Sejak Juli 2021, dilansir Reuters, Telstra sudah melakukan pembicaraan untuk membeli bisnis Digicel Group di kawasan Pasifik. Pembelian operasi Pasifik itu juga merupakan bagian dari kemitraan dengan pemerintah Australia nih, Be-emers.

Digicel sudah cukup menguasai sejumlah kawasan dunia dalam bisnis operator telepon seluler. Bahkan, perusahaan yang didirikan oleh miliarder Irlandia Denis O'Brien itu merupakan operator telepon seluler terbesar di Pasifik!


Nah, dilansir BBC, kini pemerintah Australia dan Telstra telah membeli perusahaan telekomunikasi Pasifik dalam usaha patungan lho, Be-emers. Akuisisi tersebut bernilai A$2,1 miliar atau setara US$1,6 miliar.

Menariknya, kesepakatan itu dipandang sebagai blok politik terhadap pengaruh China di wilayah Pasifik. Bayangkan. di kawasan Pasifik, Digicel sudah beroperasi di Papua Nugini, Fiji, Samoa, Vanuatu hingga Tahiti.

Selain itu, Digicel Pacific mempekerjakan 1.700 orang di seluruh wilayah tersebut. Dengan begitu, pihak Telstra menyebutkan bahwa kesepakatan baru dengan pemerintah Australia dan Digicel dinilai sebagai peluang komersial yang unik dan sangat menarik di wilayah Pasifik.

Dikutip BBC, analis Jonathan Pryke dari Lowy Institute mengatakan Digicel adalah pemain utama di Pasifik. Untuk itu, Australia melihatnya sebagai aset strategis yang tidak bisa mereka biarkan jatuh ke tangan China.

Sebelumnya, di tahun 2020, Digicel diketahui membantah laporan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan untuk menjual lengan Pasifiknya ke China Mobile.

Adapun, Telstra juga pernah mendirikan usaha patungan dengan Telkom Indonesia di tahun 2014 lho, Be-emers! Namun, kini perusahaan patungan yang bernama Telkomtelstra (PT Teltranet Aplikasi Solusi) itu kini sudah bertransformasi menjadi Digiserve by Telkom Indonesia.

Akankah Telstra jadi penguasa telekomunikasi di kawasan Pasifik?