Google, Apple, Microsoft Siap Saingi Meta dalam Panggung Metaverse di Tahun 2022?

Metaverse Illustration Web Bisnis Muda - Image: ETtoday

Metaverse Illustration Web Bisnis Muda - Image: ETtoday


Pembahasan terkait metaverse tentunya memang sangat menarik untuk diperbincangkan. Terlebih, usai salah satu raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg merubah nama Facebook menjadi Meta pada Oktober 2021 lalu.

Saat itu, sontak perhatian dunia langsung tertuju untuk bergegas mengetahui metaverse secara lebih mendalam atau bahkan mengetahui keberlangsungan metaverse di masa mendatang.

Akan tetapi, tanggapan memang datang beragam. Elon Musk belum lama ini justru mengomentari bahwa metaverse hanyalah sebuah taktik kata kunci semata. Ungkapan tersebut didasari karena dirinya hanya melihat lebih banyak pemasarannya ketimbang kenyataannya.

Namun, di kesempatan lain, ternyata beberapa raksasa teknologi dunia seperti Google, Apple, hingga Microsoft justru digadang-gadang sedang mempersiapkan manuver tersendiri -baik dari perangkat lunak hingga perangkat keras- untuk dapat bersaing dengan Meta, yang juga sekaligus meramaikan panggung metaverse di tahun 2022 sebagaimana dikutip dari CNBC International.

Baca Juga: Elon Musk Prediksi Neuralink akan Lebih Baik Daripada Metaverse


Meta

Memang harus diakui, Meta (sebelumnya Facebook Inc.) terbilang cukup menjadi trigger tersendiri atas ekosistem daripada panggung metaverse. Namun, langkah yang diupayakan Meta juga semata tak hanya melakukan perubahan nama saja.


Menurut IDC, hingga saat ini Meta tercatat menyumbang 75 persen daripada pasar dalam aktivitas produksi serta penjualan perangkat keras VR selama tahun 2021.

Pada perayaan hari Natal kemarin, Meta mencatat telah berhasil mengirimkan sekurangnya 10 juta unit atas produk headset Quest 2 yang dapat memungkinkan penggunanya menjalankan salah satu aplikasi realitas virtual populer di App Store Oculus.

Tak berhenti sampai di situ, Meta juga telah memproyeksikan siasat untuk dapat kembali menampilkan manuver serupa pada tahun ini dengan rencana pembuatan headset realitas virtual yang diberi nama Project Cambria.

Project Cambria sendiri akan memungkinkan pengguna untuk dapat menyalurkan dunia nyata ke dunia metaverse secara lebih responsif terkhusus untuk mendeteksi wajah dan mata.


Apple

Walaupun Apple terbilang tidak begitu gembar-gembor dalam memproyeksikan manuvernya untuk meramaikan panggung metaverse, namun nyatanya Apple juga dengan yakin melangkah sedikit demi sedikit.

Hal tersebut dibuktikan Apple dengan fitur baru yang tersaji di iPhone yang dilengkapi dengan sensor Lidar yang memungkinkan pengguna untuk mengukur seberapa jauh jarak objek di kamera dengan kenyataannya secara real time.

Tidak hanya itu, Apple juga terus berusaha mengembangkan Apple Watch dan headset ikonik AirPods yang dimilikinya dengan suguhan fitur yang secara tidak langsung dapat memenuhi komponen realitas virtual.

Jadi bukan hal yang tidak mungkin jika sewaktu-waktu Apple membuat gebrakan manuver ditahun ini, dong, Be-emers?
 

Google

Berbeda dengan Apple, Google justru memiliki ambisi atas proyeksi metaverse jauh sebelum Meta berganti nama atau lebih tepatnya sejak tahun 2013 lewat suguhan Google Glass.

Akan tetapi, Google Glass sendiri sebenarnya belum mencapai tahapan sepenuhnya seraya dengan pembaruan yang terus terjadi baik dari segi tampilan, sensor hingga prosesor.

Namun, di tahun 2022 ini sepertinya pertanda atas manuver yang diusahakan nampaknya sedang dalam proses pengerjaan terlebih Google baru saja mengakuisisi salah satu startup yang bergerak dalam pengembangan kacamata VR yaitu North.

Selain itu, Google juga diketahui telah membentuk tim baru yang berfokus pada sistem operasi untuk augmented reality (AR) seraya yang diungkapkan oleh Senior Director Google Mark Lucovsky pada bulan Desember lalu.
 

Microsoft

Microsoft sebenarnya juga sudah melirik panggung metaverse sejak tahun 2016 bersamaan dengan diluncurkannya headset VR HoloLens.

Namun, dikarenakan daftar harga HoloLens terlampau jauh dari jangkauan konsumen, membuat HoloLens justru lebih difokuskan untuk melengkapi kebutuhan daripada militer AS.

Akan tetapi, nampaknya di tahun 2022 Microsoft akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang dapat menjamah konsumen terkhusus dibulan Maret lalu Microsoft mengumumkan atas diluncurkannya aplikasi Mesh yang dapat memungkinkan pengguna untuk dapat berbagi realitas virtual digital yang sama.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?

Baca Juga#FunFact: Facebook Bukan Satu-Satunya, Sejumlah Perusahaan Ini Juga Terjun ke Metaverse