Softskill atau Hardskill? Ketahui Pengertian, Contoh, dan Cara Meningkatkan dari Keduanya

Hugh Herr di TED (Sumber gambar: Instagram.com/ted)

Hugh Herr di TED (Sumber gambar: Instagram.com/ted)

Like

Sofskill dan Hardskill adalah jenis kemampuan yang harus kita miliki. Sebelum mengasah keduanya secara langsung, perlunya pemahaman secara teori tentang pengertian, contoh, serta cara meningkatkan kedua skill tersebut.

1. Softskill

Softskill adalah suatu kemampuan yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata. Skill ini sendiri sudah ada dalam diri tiap individu. Softskill tidak mudah dipelajari karena mengacu pada pengalaman serta kedewasaan tiap individu. 

Contoh dari Softskill adalah kemampuan untuk berkomunikasi, kemampuan untuk berpikir agar dapat menyelesaikan masalah, keterampilan dalam kepemimpinan, manajemen waktu, kemampuan dalam beradaptasi, kemampuan dalam melakukan negosiasi, keterampilan bisa beradaptasi dengan orang lain, serta memiliki etika, moral, serta profesionalisme.

Cara meningkatkan Softskill adalah memilih dari sekian banyak contoh softskill yang ingin diasah. Pilih satu terlebih dahulu agar dapat lebih fokus dalam meningkatkannya. Kedua, pelajari contoh softskill dari beragam sumber seperti buku pengembangan diri, video pengembangan diri, hingga podcast. Selanjutnya, evaluasi diri dan minta kritik serta saran dari orang sekitar tentang dirimu.


2. Hardskill

Hardskill merupakan kemampuan yang dapat dilihat secara langsung oleh mata. Jadi, skill ini dapat dipelajari serta dievaluasi secara mudah. Berbeda dengan Softskill yang mengacu pada EQ (Emotional Quotients) atau kecerdasan emosional, Hardskill sendiri mengacu pada IQ (Intellectual Quotient) atau kecerdasan intelektual. 

Contoh Hardskill adalah kemampuan untuk berbahasa asing, kemampuan untuk menganalisis data, kemampuan untuk menulis, kemampuan untuk mengoperasikan semua Microsoft Office, kemampuan dalam memasarkan produk, kemampuan dalam bidang design, kemampuan dalam melakukan web development,dan lainnya. 

Cara meningkatkan Hardskill adalah melakukan salah satu atau beberapa dari sekian banyak contoh Hardskill yang dipilih secara langsung, fokus, serta rutin dilakukan. Cara yang kedua adalah tidak lupa untuk selalu melakukan evaluasi diri dengan meminta saran serta kritik dari orang lain. Cara berikutnya yaitu terus memperdalam ilmu dari skill yang yang dipilih agar lebih paham. Kegiatan memperdalam ilmu ini dapat dilakukan dengan mengikuti beragam kursus baik online maupun offline atau dengan mengikuti pendidikan tinggi. 

Penulis : Aprilia Ratna Ningtyas
Editor : Yudho Priambodo