7 Cara Lewati Quarter Life Crisis Agar Hidup Lebih Bahagia

Ilustrasi orang yang bahagia dengan pekerjaannya (Sumber: Canva)

Ilustrasi orang yang bahagia dengan pekerjaannya (Sumber: Canva)


Hidup di usia 20-an memang merupakan fase kehidupan yang memiliki tantangannya sendiri. Kamu dinilai telah menginjak usia dewasa dan ekspektasi terhadap dirimu pun jadi lebih tinggi, serta tanggung jawab yang dibebankan ke pundak kamu jadi terasa lebih berat dari sebelumnya.

Kita pun masuk dalam fase Quarter Life Crisis (QLC), di mana kita mengalami kondisi krisis emosional yang melibatkan perasaan, seperti depresi, frustrasi, terjebak dalam kecemasan yang tidak berujung, tidak bahagia, bingung, ketakutan dan merasa sulit untuk keluar dari emosi-emosi tersebut.

Kerap kali orang yang berada dalam fase ini kehilangan motivasi hidup, merasa gagal, kehilangan percaya diri dan makna hidup. Bahkan, dalam kondisi ekstrim, tak sedikit yang mengucilkan diri dan menarik diri dari pergaulan. 

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Telah Masuk Fase Quarter Life Crisis

Menurut Dr. Oliver Robinson, seorang peneliti dan pengajar Psikologi dari University of Greenwich, London, ada empat fase QLC. Pertama, perasaan terjebak dalam sebuah situasi. Entah itu pekerjaan, hubungan asmara, atau hal lainnya.


Kedua, pengharapan akan muncul sebuah perubahan dalam hidup. Ketiga, membangun kembali hidup yang baru, dan yang keempat, yaitu mengukuhkan komitmen seputar aspirasi, motivasi dan tujuan hidup.

Lamanya kamu terjebak dalam fase pertama pun tergantung dari cara kamu menyikapi dan menghadapi situasinya. Alangkah baiknya untuk jangan berlama-lama dalam krisis emosi ini karena akan menghambat proses kamu dalam membangun masa depan impian. 
 

Langkah Hadapi Fase Quarter Life Crisis

Ada beberapa langkah mudah supaya kamu bisa menghadapi fase Quarter Life Crisis dan fokus pada tujuan kamu. Bonusnya, kamu akan lebih bahagia dan bersyukur dengan kehidupan mu.

Jangan Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Hal paling pertama yang harus kamu berhenti lakukan adalah membandingkan diri dengan orang lain. Melihat kesuksesan orang lain sebagai motivasi tentu saja boleh, tapi sadarilah kalau kesuksesan dan rejeki setiap orang itu berbeda-beda.

Fokus lah dengan tujuan serta progres kamu, dan nikmati prosesnya. Setiap orang pun memiliki waktunya masing-masing.
 

Kurangi Menengok Media Sosial Milikmu

Langkah kedua, kurangi penggunaan media sosial sementara waktu. Daripada terus iri dengan pencapaian orang lain, kamu bisa lebih fokus menjalani rutinitas sehari-hari. Bikin jalan cerita hidup versi mu sendiri, yuk!
 

Move On dari Masa Lalu 

Lupakan masa lalu dan mulai hadapi masa depan mu. Kamu bisa refleksi dan mengevaluasi diri dari pengalaman mu, agar tidak melakukan kesalahan yang sama nantinya.
 

Lakukan Hal yang Bisa Membuatmu Nyaman 

Selanjutnya, lakukan lah hal yang membuat dirimu nyaman, tenang, serta yakin kalau semuanya akan baik-baik saja pada waktunya. Cari rutinitas baru yang dapat mengembangkan potensi dirimu. Selain itu, kamu juga bisa meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang selama ini disukai. 
 

Jauhkan Diri dari Orang yang Memberikan Dampak Negatif

Selanjutnya, kamu pun butuh orang-orang dengan positive vibes dalam kehidupanmu. Dengan dikelilingi orang yang bisa mendukung impianmu, kamu akan semakin mudah untuk melalui fase ini. 

Kamu bisa bercerita perihal impianmu dengan mereka dan mengeluarkan keluh kesah bersama, sehingga membuat suasana hati dan pikiran makin tenang. 
 

Belajarlah untuk Mencintai Diri Sendiri

Kenali dan cintailah dirimu sendiri. Sebab, siapa lagi kalau bukan kamu yang paham akan kondisi dan kebutuhanmu? Awali dengan mengetahui apa yang benar-benar kamu butuhkan, wujudkan hal-hal apa saja yang kamu suka. Melakukan apa yang ingin dilakukan.

Dari situ, perlahan kamu bisa paham, kenal, dan menyayangi diri sendiri. Kamu pun akan lebih bahagia dalam menjalani hidup.
 

Buat Perencanaan Untuk Masa Depan

Hal paling terakhir yang wajib kamu lakukan adalah membuat perencanaan untuk masa depanmu. Dengan mengenal diri sendiri, kamu bisa mulai membuat rencana prioritas, hingga skunder untuk kebutuhanmu nantinya. Mulai dari hal-hal kecil, seperti bangun pagi, bisa menabung sehari dua ribu, dan sebagainya.

Memang tidak mudah untuk melakukannya. Akan tetapi, hadapi dan jalani lah secara perlahan, tapi pasti. Jangan sampai menyerah dan menyudahi semuanya ya.

Sebab, akan jauh lebih baik menghadapi dan menerima hidup kamu saat ini dan fokus melanjutkan hidup demi masa depan yang mau kamu raih.

Dari pada mencari alasan, menyalahkan keadaan, mengeluh, dan selalu memikirkan masa lalu. Mending sayangi diri sendiri dan bersyukur untuk segala hal yang telah kita miliki yuk!

Terima kasih untuk kamu yang mampu bertahan sejauh ini.

Baca Juga: Masuk ke Fase Quarter Life Crisis, Gimana Cara Mengatur Keuangannya?



Editor: Rachma Amalia