Trader Wajib Tahu! Istilah Support dan Resistance dalam Trading

Ilustrasi grafik trading. (Sumber: Canva)

Ilustrasi grafik trading. (Sumber: Canva)


Buat Be-emers yang baru saja terjun ke dunia trading, tentu kamu harus mempelajari indikator-indikator utama untuk analisis teknikal. Nah, di antaranya adalah support dan resistance.

Sekilas, support dan resistance mudah untuk dilihat karena berbentuk titik. Namun, pemula yang menggunakan dua indikator ini kenyataannya cukup tricky, lho. Meski begitu, teknik analisis untuk mengetahuinya terbilang mudah untuk dipelajari.

Be-emers hanya perlu memahami titik support dan resistance karena manfaatnya yang cukup oke dalam analisis teknikal. Sebab, memahami titik-titik ini dapat membuatmu cuan lebih optimal. Makanya, yuk pahami apa itu support dan resistance dalam dunia trading.
 

Pengertian Support dan Resistance Bagi Pemula

 

Contoh support dan resistance dalam grafik sebuah aset. (Sumber: Forex-indicators.net)

Contoh support dan resistance dalam grafik sebuah aset. (Sumber: Forex-indicators.net)


Support dan resistance merupakan dua hal yang paling fundamental dalam analisis teknikal di dunia trading. Biasanya, trader menggunakan support dan resistance untuk menentukan level harga pada grafik harga sebuah aset.

Baca Juga: Trader Pemula? Begini Cara Jitu Memilih Time Frame di Tradingview


 

Apa Itu Support?

Support merupakan batas terbawah harga saham yang sulit ditembus para trader di pasar modal dalam jangka waktu tertentu. Bukan cuma saham, konsep ini juga berlaku di pasar lain, seperti pasar kripto dan pasar derivatif.

Support sendiri ditandai dengan garis horizontal atau agak miring yang berada di batas bawah grafik. Batas itu lah yang menjadi patokan bagi trader untuk mulai menimbun saham atau instrumen lainnya, yang juga diketahui sedang diskon.

Lalu saat harga sedang downtrend, indikator analisis teknikal tambahan, seperti moving average pun bisa digunakan untuk menentukan support dengan akurat. Meski telah mendekati garis support, analisis diperlukan supaya kamu bisa mengukur apakah harga aset incaranmu akan bergerak naik atau stagnan.

Bisa jadi, harga yang sudah kamu targetkan malah menembus support-mu dan mencari titik baru di bawah support yang sudah ada. Intinya, titik support dapat membantumu untuk kapan kamu bisa mulai masuk ke pasar atau kamu bisa menunggu sampai titik keseimbangan baru terbentuk.

Baca Juga: Maksimalkan Take Profit saat Trading, Gimana Caranya?

 

Apa Itu Resistance?

Sebaliknya, saat harga melonjak naik, Be-emers bisa bersiap-siap mengambil cuan dengan memasang harga jual. Kalau diibaratkan sebuah bangunan, support adalah lantai dan resistance puncak atapnya.

Namun, jika kamu belum punya koin atau saham yang harganya sedang berada pada area resistance. Selamat menjadi penonton yang sedang pada cuan ya, Be-emers. 

Sebab, di masa ini, sebuah instrumen jadi terlalu mahal, hingga terkadang trader pemula yang terpancing oleh kondisi fundamental atau tren malah melancarkan aksi beli. Akibatnya, garis resistance dapat ditembus dan keseimbangan baru pun terbentuk.

Nah, itu tadi tentang support dan resisrance yang dapat membantumu dalam melakukan analisis teknikal untuk mendapatkan cuan saat sedang trading.






Editor: Rachma Amalia