Mau Banting Setir dari Karyawan Jadi Pengusaha? Ini Kiatnya!

Foto: pexels-diva-plavalaguna

Foto: pexels-diva-plavalaguna

Like

Beberapa anak muda dengan ide liarnya mengatakan bahwa lebih enak jadi pengusaha ketimbang jadi pekerja.

Banyak orang sering melihat kesuksesan orang lain tanpa memahami bagaimana proses pemilik suatu usaha itu berawal.

Tidak mudah untuk banting setir dari pegawai jadi pengusaha. Perspektif yang perlu dicermati sebelum kamu terjun ke dunia usaha adalah apakah motivasi kamu jadi pengusaha itu sudah mantap dan apakah kamu sudah siap untuk terjun ke dunia bisnis dari nol.

Perjuangan tiap pengusaha sukses selalu dimulai dari nol. Banyak dari mereka yang jatuh bangun kemudian bangkit untuk bisa tetap mempertahankan usahanya.

Tentu, kamu harus mempelajari kiat-kiat kenapa pengusaha A bisa berhasil tapi pengusaha B gagal dalam usahanya.


Kiat-Kiat Banting Setir dari Karyawan Jadi Pengusaha



Sebelum memutuskan untuk banting setir, berikut ini kiat-kiat yang perlu kamu perhatikan:


1. Jangan langsung resign


Apa yang terlihat mudah bisa jadi ketika menjalani sendiri akan merasakan sulitnya proses menjadi seorang pengusaha. Apalagi jika kamu hanya memiliki modal terbatas.

Pada tahap awal kamu sebaiknya tidak resign dulu. Sambil bekerja, kamu bisa mencoba berbisinis. Mungkin konsentrasi dan fokus tidak bisa 100 persen, tapi bisa mendapatkan pelajaran bagaimana dunia bisnis sebenarnya. 

Ketika bisnis macet ditengah jalah, kamu masih punya pekerjaan yang mendukung keuanganmu. 
Bisnis perlu waktu untuk mendapatkan profit. Dalam waktu yang belum profit, kamu harus menanggung kerugian dimana akan menggerus income atau gaji kamu sebagai karyawan.


2. Menemukan peluang bisnis


Dalam dunia bisnis, carilah yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk mencari produk yang dibutuhkan masyarakat itu perlu adanya riset. 

Riset itu harus detail, bukan hanya kebutuhannya, tapi siapa dan berapa lama konsumen membelinya, siapa pesaingnya, bagaimana untuk menemukan selling point yang dicari konsumen.

Ada kalanya kita salah kaprah bukannya mencari solusi dari apa yang dibutuhkan, tetapi membuat produk yang sesuai dengan minat atau hobi kita tapi tidak dibutuhkan. Hal ini akan menjadi mubazir.


3. Membuat perencanaan bisnis


Selain riset pasar, seorang pengusaha harus melakukan plan bisnis. Riset pasar adalah hal yang penting untuk dilakukan bagi para pebisnis.

Manfaat riset pasar adalah untuk menentukan keinginan dan kebutuhan konsumen dan mendapatkan data yang dapat menghilangkan bias dan asumi sehingga dapat membantu perusahaan menciptakan dan mengembangkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Sementara binis plan dapat diunakan untuk mengenal tujuan dan fokusnya. Rencana harus dibuat detail, serta mencakup bagaimana dan cara tujuan ditetapkan.

Ketika bisnis sudah berjalan, kamu dapat gunakan business plan sebagai bahan evaluasi. Ketika memutuskan resign, kamu harus terus memperhatikan cashflow setikanya 3-6 bulan biaya hidup karena berhenti kerja.

Menjadi pengusaha artinya tidak mendapat gaji, hanya mengandalkan profit. Profit juga harus dihitung apakah untuk kebutuhan pribadi atau perusahaan. Kamu harus selalu siap dengan tantangan bisnis yang selalu berubah .


4.Petakan jenis usaha yang cocok dilakukan


Pengembangan teknologi membuat bisnis lebih efisien. Hampir semua lini bisnis dilakukan dengan efisien dengan pengunaan teknologi.  Sewa kantor dan bayar gaji karyawan harus diperhitungkan. 


5. Siapkan modal


Setelah melalui tahap riset pasar, bisnis plan dan produk yang cocok, hal terakhir yang perlu dipersiapkan adalah modal. 

Bagaimana cara mendapatkan modal?  Pertama tentu dari tabungan atau menjual aset yang tidak diperlukan.

Namun, jika modal itu tak mencukupi, kamu bisa  mengajak teman atau saudara untuk menjadi partner bisnis dengan menanamkan modal.

Jika tidak ada yang berminat, kamu dapat berusaha mendapatkan pinjaman bank yang biasanya sulit prosesnya karena usaha harus berjalan 3 tahun dan sudah ada laporan rugi laba selama 3 tahun dan memiliki jaminan.

Perlu diingat juga suku bunga pinjaman bank cukup tinggi. Jadi pertimbangkan cashflow bisa mencukupi untuk membayar angsuran dan bunga.

Punya opini atau artikel untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.