Biaya Pendidikan Makin Mahal, Bagaimana Mempersiapkannya?

alexandra-mils-unsplash

alexandra-mils-unsplash

Like

Idealisme dari setiap orang tua adalah menginginkan pendidikan anaknya jauh lebih tinggi dari dirinya sendiri. Misalnya jika orang tua lulusan Sarjana (S1) maka Impian agar anaknya bisa lulus S2 bahkan S3.

Impian atau idealisme itu tentu sah-sah saja karena setiap orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya.  
Sayangnya, di Indonesia tidak semua jenjang pendidikan itu bisa bebas biaya.

Khusus untuk sekolah negeri dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama, tidak dikenakan biaya apa-apa atau bebas SPP. 

Sementara untuk Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dulunya pengelolaan SMA dan SMK menjadi wewenang pemerintah kabupaten/kota, sekarang diambil alih pemerintah provinsi.

Lalu bagaimana mereka yang tidak bisa tertampung di sekolah negeri, terpaksa harus sekolah swasta. Jika orang tua memilih sekolah swasta yang berkualitas tinggi dan berkarakter, pasti biayanya akan tinggi.


Biaya tinggi ini baik untuk biaya SPP maupun sumbangannya. Seperti slogan “Ada harga ada rupa" artinya jika ingin mendapatkan barang yang berkualitas harus dengan biaya yang tidak sedikit

Berapa biaya uang pangkal dan uang bulanan yang harus disiapkan oleh orang tua jika ingin menyekolahkan anaknya di sekolah swasta?

Menurut Badan Pusat Statistik, biaya pendidikan di Indonesia itu akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 10 persen per tahun. Bayangkan jika kenaikan inflasi sekolah lebih besar ketimbang biaya Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8-9 persen per tahun.

Penulis mencoba menelusuri skema biaya perhitungan untuk persiapan biaya pendidikan mulai dari SD hingga S1. Ada table yang sangat detail memperinci biaya dari SD hingga perguruan tinggi.


Berapa Biaya Pendidikan Anak di Indonesia?


Inilah biaya pendidikan yang secara global dan tidak detail diambil tanpa survei yang komprehensif

Biaya pendidikan anak usia dini (PAUD)    Rp.   2 juta
BIaya pendidikan anak TK                          Rp.   5 juta
BIaya pendidikan SD                                   Rp. 20 juta
Biaya pendidikan SMP                                Rp. 30  juta
Biaya pendidikan SMA                                Rp. 35 juta
Biaya kuliah hingga lulus (tanpa kos)         Rp.  50 juta
Total sekitar                                                 Rp.142 juta

Melihat angkanya,  Anda akan merasa pusing dan kaget.  Apabila  Anda punya 1 anak harus siapkan dana pendidikan sebesar itu sekaligus. 

Sebaiknya orang tua harus punya persiapan untuk biaya pendidikan dengan menyisihkan 20 persen dari gajinya sebagai investasi, termasuk tabungan pendidikan anak sejak dini


Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak


1.Tabungan pendidikan di bank


Setiap bank punya produk dengan skema pendidikan anak. Bentuknya biasanya berupa tabungan dilakukan setoran secara rutin tiap bulan.  

Jumlah setoran bulan mulai dari Rp.100.000 sampai Rp.5.000.000. Untuk menentukan berapa yang harus ditabung, sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan keuangan dari orangtua dan target dari pendidikan anak yang ingin dicapai


2.Investasi untuk dana pendidikan


Pilihan untuk menghimpun dana pendidikan yang besar adalah dengan investasi di berbagai instrumen reksadana (reksadana campuran, reksadana saham, dan reksadana pasar modal), depositor atau fintech peer to peer lending.

Namun, sebelum memilih produk , Anda harus mengetahui profil diri Anda sehingga pilihan produk adalah sesuai dengan profil.

Contohnya jika Anda seorang yang konvesional tidak mau risiko tinggi, pilihan produknya adalah obligasi atau deposito, sebaliknya jika Anda seorang yang agresif, pilihan produknya adalah reksadana saham.


3. Asuransi pendidikan dalam valuta asing 


Saat saya melahirkani anak, tetangga saya yang seorang dokter mengatakan kepada saya agar menabung pendidikan dalam valuta asing. 

Alasannya adalah biaya pendidikan itu tiap tahun mengalami inflasi sebesar 10 persen jika kita menabung dalam rupiah saat ini (2023).

Untuk 18 tahun lagi (misalnya untuk masuk perguruan tinggi), total dana itu yang terkumpul tidak lagi mencukupi biaya yang akan datang karena tergerus inflasi.  

Sebaliknya jika dalam valutas asing, nilai valuta asing itu tidak melemah sebesar uang dalam rupiah.

Punya opini atau artikel untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.