Pendapatan BEI, KSEI, dan KPEI Turun di Semester I/2020, Ada Apa Ya?

Trade - Canva

Like

Seperti yang diketahui, pandemi sempat membuat performa pasar modal terguncang. Penurunan kinerja rupanya enggak cuma terjadi pada emiten, perusahaan dalam kelembagaan pasar modal dalam negeri juga mengalaminya lho, Be-emers.

Perusahaan tersebut antara lain PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Di sepanjang semester I/2020 ini, dilansir dari Bisnis, ketiga lembaga pasar modal itu terpaksa harus mencatatkan penurunan pendapatan dan laba nih, Be-emers. Kok bisa?
 

Penurunan Kinerja BEI

Sebagai penyelenggara dan penyedia sistem serta sarana pasar modal di Indonesia, BEI justru tercatat mengalami penurunan pendapatan dan laba di paruh pertama 2020.

Diketahui, laba bersih BEI turun hingga 74,46 persen secara tahunan di semester I/2020. Sementara itu, pendapatan usaha terkait transaksi bursa juga turun 12,03 persen.

Padahal, di periode yang sama tahun 2019, BEI berhasil mencatatkan pendapatan usaha terkait transaksi bursa sebesar Rp746,65. Sedangkan tahun ini, hanya sebesar Rp656,80.


Enggak cuma itu, pendapatan dari jasa transaksi dan jasa kliring juga mengalami penurunan sepanjang paruh pertama tahun ini. Perlu kamu ketahui, jasa transaksi dan kliring merupakan dua kontributor terbesar pendapatan BEI lho! 

Meski begitu, pendapatan jasa pencatatan naik 3,20 persen. Begitu juga dengan jasa informasi serta fasilitas yang menguat 84,90 persen secara year on year.

Dengan begitu, total pendapatan BEI di semester I/2020 ini senilai Rp737,77 miliar, turun 25,15 persen secara year on year.
 

Pertumbuhan Kinerja Keuangan KSEI Melambat

Dari laporan keuangan KSEI, yang dipublikasi Harian Bisnis Indonesia, total pendapatan lembaga penyimpanan itu turun 11,35 persen, menjadi Rp321,46 miliar di paruh pertama tahun ini.

Nah, penurunan itu rupanya juga berdampak pada laba periode berjalan yang terkoreksi hingga 21,65 persen.

Meski begitu, total liabilitas KSEI meningkat 1,57 persen, menjadi Rp168,75. Begitu juga dengan total ekuitasnya yang naik Rp5,55 persen.

Adapun, kas dan setara kas KSEI pun mengalami pertumbuhan 15,35 persen secara tahunan. Hal itu disebabkan oleh naiknya kas bersih dari aktivitas investasi senilai Rp88,61 miliar.
 

Pendapatan KPEI Tergelincir

Hal serupa juga terjadi pada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Kinerja keuangan lembaga kliring ini terkoreksi di semester I/2020.

Hal itu terbukti dari total pendapatan KPEI yang turun 28,64 persen, menjadi Rp168,49 miliar secara tahunan. Alhasil, laba periode berjalan KPEI pun anjlok hingga 87,36 persen.

Total liabilitas dan total aset yang dimiliki juga masing-masing turun 13,77 persen dan 7,06 persen. Meski begitu, kas dan setara kas KPEI berhasil tumbuh 8,79 persen secara tahunan, sebesar Rp700,32 miliar.