Be-emers, meskipun Januari sudah di tanggal 7, tetapi masih ada kesempatan untuk memanfaatkan momentum
January Effect lho.
January Effect sendiri merupakan fenomena musiman yang terjadi di bulan Januari, ketika harga saham cenderung naik, karena para investor kembali masuk ke pasar setelah melakukan “bersih-bersih” portofolio di bulan Desember sebelumnya.
7 Strategi untuk Mengoptimalkan Keuntungan di Momen January Effect 2026
Berikut adalah 7 strategi untuk mengoptimalkan keuntungan di momen
January Effect yang bisa kamu terapkan:
1. Cek Laporan Keuangan
Be-emers, harus memastikan laporan keuangan di kuartal III tahun 2025, tidak menunjukkan kerugian yang membengkak.
Pelajari juga berapa besar hutangnya, pendapatan per tahun baik atau buruk, prospek pertumbuhan di masa depan, juga pertimbangkan harga saham tersebut termasuk mahal atau tidak jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang sudah makan.
2. Likuiditas
Be-emers, juga sebaiknya memastikan saham-saham yang akan dibeli memiliki volume transaksi harian dengan kisaran Rp 5-10 Miliar. Hal ini ditujukan agar Be-emers mudah menjualnya kembali jika sewaktu-waktu diputuskan menjual.
3. Sentimen Global
Selanjutnya, sebaiknya Be-emers juga perhatikan arah suku bunga di bank sentral (The Fed). Jika ada indikasi penurunan suku bunga pada awal tahun 2026, maka sektor teknologi kemungkinan akan naik lebih tinggi.
4. Lakukan Buy the Laggards
Buy the laggard merupakan strategi investasi dengan cara membeli saham yang kinerjanya dianggap tidak baik.
Untuk melakukan buy the laggards, Be-emers bisa memanfaatkan membeli saham-saham yang dijual di bulan Desember 2025 namun masih memiliki prospek bisnis yang cerah.
Saham-saham ini biasanya dijual karena merugi dan untuk kepentingan pajak (tax-loss harvesting). Tetapi harganya kemungkinan mengalami pembalikan harga (rebound) di pertengahan hingga akhir Januari.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.