Kenalan dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI)  dan 5 Keuntungannya!

Ilustrasi Investasi Obligasi (Foto Freepik.com)


Be-emers, pemerintah pada 2026 ini berencana menerbitkan sejumlah Surat Berharga Negara (SBN), termasuk Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Apa sih keuntungan berinvestasi surat berharga jenis ini?
 

Kenalan dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 

Mengutip dari laman Kementerian Keuangan, ORI adalah satu satu instrumen surat berharga negara yang ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia. Penyaluran instrumen ini dilakukan melalui mitra distribusi di pasar perdana.

ORI memiliki karakteristik tersendiri yakni berbentuk warkat atau scripless, dan dapat diperdagangkan antarinvestor domestik dan kupon tetap. Sebagainya investasi lainnya, ada potensi capital gain atau loss pula dalam ORI, serta diperdagangkan dengan batas minimum dan maksimal pembelian tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun mitra distribusi merupakan bank, perusahaan efek dan/ atau perusahaan teknologi finansial, yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menyalurkan SBN.

Nah, Be-emers, berdasarkan data dari dataindonesia.id, tahun ini, ada dua ORI yang akan ditawakan oleh pemerintah yakni ORI029, yang mulai ditawarkan pada 26 Januari 2026 dan berakhir pada 19 Februari 2026. Selain itu, ada juga ORI030 yang ditawarkan pada 6 Juli 2026 dan berakhir pada 30 Juli 2026.
 

5 Keuntungan Berinvestasi di ORI

Pemerintah menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi alasan kenapa berinvestasi SBN ORI bisa memperoleh keuntungan.


1. Punya Kepastian Hukum yang Jelas

Pertama, kupon dan pokok dijamin oleh undang-undang. Di sini kita sebagai investor memiliki kepastian hukum bukan?

 

2. Punya Imbal Hasil Tinggi

Kedua, kupon yang ditawarkan rata-rata lebih tinggi daripada bunga deposito bank-bank milik negara lho. Makanya investasi ini sangat menarik dan diminati oleh warga Indonesia.
 

3. Imbal Hasil Tetap dan Lebih Terukur

Ketiga, selain bunga yang lebih tinggi dari rata-rata deposito bank BUMN, ORI memiliki tingkat bunga yang tetap sampai pada waktu jatuh tempo dan kupon dibayar setiap bulan. Dengan demikian, sejak semula investor sudah bisa menghitung kira-kira berapa besar keuntungan yang bakal diperoleh sampai jatuh tempo kelak.