Ilustrasi sedang memulai bisnis healthy food (Foto Freepik.com)
Di media sosial, bisnis healthy food terlihat cantik dan menjanjikan. Namun, dibalik salad segar dan kemasan estetik, ada perjuangan menjaga rasa kualitas, hingga bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Anda punya jiwa jadi pebisnis, tapi bingung bisnis makanan apa yang paling diminati saat ini? Bisnis kuliner tak pernah ada mati karena setiap orang butuh makanan.
Makanan jadi kebutuhan pokok yang tak pernah dilupakan oleh setiap orang.
Sebagai pengamat kuliner, saya juga melihat setiap kali ada pembukaan tempat kuliner baru, pasti ramai dikunjungi setiap orang yang ingin mencoba, mencicipi, dan merasakan nikmatnya makanan yang disajikan dan dijual.
Masalahnya tidak semua orang punya gaya hidup dan lidah yang sama. Meskipun tiap orang butuh makanan, tapi sekarang ini gaya hidup berkembang pesat.
Orang mulai menghitung kalori, memilih makanan organik, hingga mencari menu rendah gula, tinggi protein. Di sinilah bisnis kuliner healthy food muncul sebagai peluang besar.
Banyak pelaku usaha berpikir bisnis ini mudah karena tren kesadaran hidup sehat meningkat maka banyak orang mencari menu kuliner sehat.
Lalu, ramailah orang membuka usaha salah, rice bowl sehat, cold pressed juice, hingga catering diet. Awalnya orang juga tertarik mencoba untuk membeli, apalagi jika melihat iklan yang sering mampir di media sosial baik itu di Instagram maupun di Facebook.
Namun, untuk membangun bisnis healthy food tidak sesederhana terlihat di Instagram.
Tantangan Memulai Bisnis Healthy Food yang Wajib Kamu Pertimbangkan
Tantangan pertama datang dari harga bahan baku dari makanan sehat itu enggak tinggi sekali atau mahal.Sayuran organik, segar, protein berkualitas, dan kemasan yang ramah lingkungan membutuhkan biayanya besar sekali.
Di sisi lain pelanggan sering membandingkan harga healthy food dengan makanan biasa.
Tantangan berikutnya adalah rasa. Paradigma orang yang ingin sehat tetapi orang tetap ingin makanan yang serba enak.
Nah padahal untuk sehat itu makanan tidak selalu bercita rasa enak. Kadang-kadang terasa hambar (mengurangi gula, garam, tidak menggunakan penyedap rasa).
Apabila kita sebagai pebisnis harus mengikuti selera pelanggan, pasti hilang identitas healthy food nya.
Jumlah persaingan yang semakin sengit dan ketat. Setiap kali muncul brand yang baru dan kuat modalnya dengan konsep yang lebih modern, desain lebih canggih, bahkan promosi lebih agresif. Bisnis tidak hanya punya ciri khas , perlahan akan tenggelam.\
Bisnis healthy food harus mampu bertahan bukan karena viral tetapi juga paling konsisten dalam memahami kebutuhan pasar.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.