7 Cara Mengolah Daging Kurban Agar Nilai Gizinya Optimal (Tips Anti-Asal)

7 Cara Mengolah Daging Kurban Agar Nilai Gizinya Optimal (Tips Anti-Asal). Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, setiap penulis sakit, saran dari adik penulis yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, penulis diminta untuk mengonsumsi daging.

Penulis menanggapinya dengan tersenyum, karena badan penulis memang mungil. Apa dikira kurang nutrisi apa memang sepenting itu daging itu?
 
Dan memang sepenting itu daging itu. Tapi gimana agar nutrisi daging kurban tetap terjaga? Yuk, simak 7 cara mengolah daging kurban berikut: mulai dari teknik thawing hingga pemakaian pengempuk alami.
 

Nutrisi Pada Daging

Berdasarkan literasi pangan, setiap jenis daging merah memiliki keunggulan nutrisi masing-masing:
  • Daging kambing: mengandung zat besi lebih tinggi dibandingkan daging lainnya, sumber kalium dan vitamin B12
  • Daging sapi merupakan sumber protein berkualitas, mengandung seng, vitamin B kompleks, dan zat besi. 
  • Daging Domba: merupakan sumber protein, mengandung seng, omega-3, vitamin B, dan selenium, juga mengandung L-karnosine yang berperan sebagai antioksidan alami 
 

7 Cara Mengolah Daging Kurban Agar Nilai Gizinya Optimal (Tips Anti-Asal)

Tips mengeloh daging kurban agar gizi tetap optimal dan tetap empuk supaya enak dikonsumsi: 
 

1. Mulai dari Memasak Hati

Dikutip dari radioislam.org.za diketahui bahwa hati merupakan daging pertama yang dikonsumsi Rasulullah SAW pada saat kurban. 
  • Mudah mengolahnya: Ini karena hati merupakan daging yang paling mudah pengolahannya. Diketahui dari sumber pustaka Rasulullah menyantap daging setelah dipanggang. Artinya tidak perlu proses pengempukan terlebih dahulu ataupun proses memasaknya tidak memakan waktu yang lama. 
  • Sumber nutrisi instan: Selain itu hati juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang artinya tubuh kita akan segera mendapat asupan vitamin dan mineral tersebut ketika memang dibutuhkan
 

2. Jangan Mencuci Daging Sebelum Disimpan 

Ketika kita menerima daging kurban, dan jumlahnya berlebih kita bisa menyimpan daging tersebut, tapi sebaiknya tidak mencuci daging tersebut ya.
  • Mengurangi kandungan protein dan lemak: adanya bakteri pembusuk ataupun bakteri penyebab penyakit (patogen) tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga merusak kandungan protein dan lemak daging
  • Merusak serat daging: adanya bakteri Salmonella yang masuk ke dalam serat daging, juga akan meningkatkan kelembaban, memicu pembusukan, dan menyebabkan freezer burn, dan merusak serat daging.
Sebaliknya cucilah sebelum dimasak dari segala kotoran yang menempel dengan air mengalir.
 

3. Simpan Daging dalam Porsi Kecil (Sekali Masak)

Menyimpan daging dalam porsi kecil juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi pada daging tersebut.
  • Kerusakan tekstur: proses pembekuan dan pencairan yang berulang dapat merusak serat daging, menyebabkan daging menjadi kering dan terasa hambar saat dimasak.
  • Risiko kontaminasi bakteri: setiap kali daging dicairkan (thawing), suhu daging akan meningkat dan meningkatkan kemungkinan bakteri berbahaya untuk dapat berkembang biak. Membekukan kembali daging tersebut tidak membunuh bakteri tersebut, melainkan hanya menghentikan sementara aktivitasnya.
 

4. Lakukan Teknik Thawing dengan Benar

Thawing yang benar dapat dilakukan dengan cara tetap menyimpan daging tersebut di dalam lemari pendingin (chiller).

Jadi Be-emers bisa mengambil daging tersebut satu malam sebelum daging tersebut diolah dipindahkan ke chiller. Namun jika kondisinya terburu-buru Be-emers bisa merendam daging tersebut di dalam air.