7 Panduan Investasi Saham IPO untuk Pemula agar Minim Risiko

7 Panduan Investasi Saham IPO untuk Pemula agar Minim Risiko. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, tidak ada ilmu baku dalam belajar saham, tetapi ilmu tersebut tetap dapat dipelajari sambil jalan.
 
Salah satu saham yang sering menarik perhatian adalah saham IPO, atau Initial Public Offering. Saham ini dapat dijelaskan sebagai saham yang baru diluncurkan ke publik atau di bursa efek. Sehingga, belum ada track record sebelumnya dan belum ada bukti menghasilkan dan bagi hasil keuntungan (deviden). 
 
Saham IPO ini juga biasanya ditandai dengan harga saham yang lebih dijangkau, dibandingkan dengan saham sejenis yang sudah lama beredar di bursa. Sehingga menarik untuk dibeli.
 
Gimana, Be-emers tertarik? Siapa tahu beli saham terjangkau ternyata cuan, gitu kan? Boleh.. Tetapi sebelum benar-benar beli, yuk coba pelajari lima hal penting yang dapat dijadikan patokan sebelum kita memutuskan membeli saham IPO.
 

7 Panduan Investasi Saham IPO untuk Pemula agar Minim Risiko

Berikut adalah 7 panduan investasi saham IPO untuk pemula supaya minim risiko yang dapat kamu lakukan: 
 

1. Pelajari Profil Perusahaan

Sebelum membeli saham IPO, lakukan analisis sederhana. Saham IPO yang potensial antara lain ditandai dengan:
  • Barang atau jasa yang diproduksi dibutuhkan oleh masyarakat.
  • Arus kas perusahaan lancar 
  • Perusahaan dalam kondisi untung
  • Jumlah hutang wajar.
  • Dipimpin oleh orang-orang yang dapat dipercaya.
Jika indikator tersebut dipenuhi, maka kita tidak perlu ragu untuk membeli saham IPO tersebut.
 

2. Kenali Titik Toleransi Risiko Diri-Sendiri 

Jika Be-emers masih belum yakin dengan saham IPO pilihan kamu. Bisa coba investasikan uang  dalam jumlah sekecil mungkin terlebih dahulu.

Sehingga jika saham tersebut belum bisa menghasilkan keuntungan atau bahkan sementara rugi, Be-emers sudah siap dengan hal tersebut.
 

3. Niatkan untuk Belajar

Agar terasa lebih ringan dan tidak membebani juga niatkan belajar ketika akan beli saham IPO tersebut. Logikanya, kuliah atau sekolah formal saja butuh biaya-biaya tertentu yang harus diikhlaskan ketika dikeluarkan.

Anggap modal yang dikeluarkan untuk beli saham IPO ini sebagai “biaya beli pengalaman” yang berharga.